Bangunan Suci di Situs Watu Kucur Jombang Diduga dari Masa Pramajapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 18:53 WIB
Ekskavasi Situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang berakhir hari ini. Selama 10 hari ekskavasi, tim arkeolog menemukan struktur bangunan suci peninggalan para leluhur, yang bentuknya unik dan cukup rumit.
Ekskavasi Situs Watu Kucur di Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

"Secara umum ukuran batanya tebal dan panjang, ukuran batanya hampir sama dengan Candi Gentong satu rangkaian dengan Candi Brahu yang diperkirakan dari abad 10 masa Kerajaan Medang. Bata masa Majapahit tebalnya 7-8 cm, kalau di sini 9-10 cm," cetusnya.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Watu Kucur ini menjelaskan, Candi Brahu dan Candi Gentong merupakan peninggalan Kerajaan Medang pada masa Mpu Sindok tahun 929-947 masehi. Kedua candi tersebut terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto sekitar 1,5 Km di sebelah timur laut Situs Watu Kucur.

Ekskavasi Situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang berakhir hari ini. Selama 10 hari ekskavasi, tim arkeolog menemukan struktur bangunan suci peninggalan para leluhur, yang bentuknya unik dan cukup rumit.Ekskavasi Situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Sementara Kerajaan Majapahit baru berdiri tahun 1293 masehi. Menurut dia, Candi Brahu dan Gentong diyakini tetap difungsikan sampai zaman Majapahit. Keduanya terletak di Wilwatiktapura atau Kota Raja Majapahit.

"Walaupun di Kota Raja Majapahit, terdapat bangunan suci sebelum Majapahit. Bisa kita lihat Candi Brahu dan Candi Gentong. Candi Brahu disebutkan dalam Prasasti Alasantan masanya Mpu Sindok. Namun, kami belum bisa memastikan ini (Situs Watu Kucur) dari masa Mpu Sindok," tandas Ichwan.

Situs Watu Kucur ditemukan di lahan milik Setyo Budi, warga Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Bangunan suci tersebut terletak di perkebunan tebu Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Lahan ini dulunya punden yang dianggap keramat oleh warga setempat selama puluhan tahun.

Ekskavasi terhadap Situs Watu Kucur baru digelar BPCB Jatim selama 10 hari, yakni 7-16 Oktober 2021. Tim arkeolog fokus menggali area seluas 15x15 meter persegi.


(sun/bdh)