Cerita Korban Pinjol, Terus Diteror Hingga 2 Bulan Meski Utang Sudah Lunas

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 18:52 WIB
pinjol ilegal
Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Polisi sedang gencar menindak financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa disebut pinjaman online (Pinjol) ilegal. Penindakan dilakukan karena banyak masyarakat yang telah menjadi korban.

Salah satu korban pinjol adalah Kasiyatun, warga Bubutan, Surabaya. Perempuan 42 tahun itu mengungkapkan bagaimana kejamnya pinjol saat menagih utang. Bahkan, meski telah melunasi utang, dirinya masih tetap dikejar dan diteror dengan berbagai cara.

Kasiyatun menuturkan awal mula terjerat pinjol karena saat itu tengah membutuhkan uang cepat dan kemudian mendownload aplikasi pinjol di ponselnya. Setelah mendownload ia kemudian disuruh memasukan data pribadi, nomor telepon, rekening dan pekerjaannya.

Usai memasukkan data, lanjut Kasiyatun, ia kemudian ditransfer uang pinjaman. Ia mengaku saat itu meminjam Rp 1,2 juta. Namun yang ditransfer hanya Rp 900 ribu.

"Ya terus masukkan data, nomor telepon, nomor rekening dan identitas pekerjaan. Kalau gak masukin pekerjaan gak bisa di ACC. Uang dikirim lewat rekening saya. Terus lunasinnya bisa dicicil, atau langsung dilunasin cash. Waktu itu saya cicil," ujar Kasiyatun kepada detikcom, Jumat (15)10/2021).

Menurut Kasiyatun, meski hanya menerima Rp 900 ribu. Namun ia harus mengembalikan uang sesuai yang dipinjamnya yakni Rp 1,2 juta. Dan itu belum termasuk bunganya. Sehingga total yang harus dikembalikan yakni Rp 1,5 juta.

"Terus saya bayar cicil sampai lunas. Tapi katanya membengkak. Ya gak saya bayar. Saya pinjam Rp 1,2 juta. Tapi saya cuma terima Rp 900 ribu. Sudah dipotong. Nah kita harus balikinnya Rp 1,2 juta serta bunganya. Total Rp 1,5 juta. Ya saya gak mau," kata warga Bubutan itu.

Karena hanya membayar Rp 1,2 juta, Kasiyatun kemudian dianggap belum melunasi pinjaman. Sesaat kemudian, nomornya kemudian disebar sambil menyisipkan pesan dan umpatan ke sejumlah koleganya untuk melunasi utang.

"Ya menurut sana harus lunasin Rp 1,5 juta. Kalau gak penuh, diteror terus. Jangankan gak penuh lunasinnya, telat satu hari saja nama sudah diteror," imbuh Kasiyatun.

"Itu jelek kalau ngatain pas nagih. Saya dibilang maling, bangsat, penipu. Terus disebarin," tambah Kasiyatun.

Kasiyatun mengaku teror yang dialami tersebut berlangsung hingga 2 bulan. Dan setelah itu sudah tidak ada lagi teror berantai dari pinjol. Ia sendiri kini sudah kapok meminjam uang ke pinjol.

"Sejak itu sudah gak pernah lagi. Kita kapok karena nama saya sudah disebar dan ngata-ngatain. Dan mulai berhenti sendiri setelah 2 bulan. Tapi ini masih ada satu aplikasi yang masih terus ngejar-ngejar. Bilangnya segera dibayar pinjaman anda Rp 1,2 juta," tandas Kasiyatun.

Simak juga 'Karyawan Pinjol DIY Ditargetkan Menagih Utang Rp 10 Juta Sehari':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)