Ada 24 Ribu Pelanggar Prokes COVID-19 di Surabaya, Denda Capai Rp 3,7 Miliar

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 08:18 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Surabaya terus menurun. Meski begitu bagi warga yang tidak patuh protokol kesehatan akan diberi sanksi administratif. Hingga kini, lebih dari 20 ribu pelanggar prokes. Denda yang terkumpul pun mencapai miliaran.

"Penertiban prokes ada 24.000 pelanggaran, baik perorangan maupun usaha. Untuk usaha ada 870. Denda mencapai Rp 3,7 miliar, sampai saat ini kami lakukan itu," kata Koordinator Penegakan Hukum dan Kedisiplinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Kamis (14/10/2021).

Selain diberi sanksi administratif, jelas Eddy, pelanggar juga diberi denda seperti tour of duty ke Makam Keputih, kerja sosial di Liponsos dan yang paling berat penutupan usaha.

Namun tidak setiap pelanggar diberi denda administratif. Petugas melakukan pendekatan terlebih dulu sehingga masyarakat yang melanggar bisa lebih tertib lagi.

"Kami lakukan humanis dan persuasif. Sehingga, tujuan kami untuk persuasif mengajak masyarakat mengubah perilaku bisa tercapai," jelasnya.

Kepala Satpol PP Surabaya ini mengaku selama ini pelanggar protokol kesehatan kebanyakan karena tidak memakai masker. Hal ini juga diwarnai euforia masyarakat karena Surabaya sudah turun level.

"Pelanggaran nggak pakai masker. Mereka nggak menggunakan aktivitas merokok, makan, kerumunan juga ada. Jadi mereka ada turun level, sehingga membuat euforia," ujarnya.

Sementara itu hingga kini untuk rekreasi hiburan umum (RHU) dalam waktu dekat diperbolehkan buka kembali. Namun dengan syarat Surabaya sudah harus masuk PPKM Level 2 dari Inmemdagri.

"RHU belum, kalau level 2, boleh, sekarang level 3. Kami masih temukan RHU buka, ada, nggak banyak," katanya.

Pihaknya pun juga terus mengimbau kepada masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan. "Sebab, masih pandemi, semoga warning gelombang ketiga tidak terjadi. Ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun juga masyarakat," pungkasnya.

Lihat juga video '5 Strategi Pemerintah Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Libur Akhir Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)