Asmara-Weton Kurang Pas Website Primbon Jawa Solusinya

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 18:32 WIB
Jimmy Harijanto Wijaya, pembuat website primbon.com berisi tentang ramalan jodoh, cinta, arti nama hingga hal-hal mistis
Jimmy Harijanto pencipta website primbon Jawa (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Selama 22 tahun website primbon masih eksis. Keberadaannya soal ramalan jodoh, cinta, arti nama hingga mistis, rupanya masih jadi favorit pembaca.

Jimmy Harijanto Wijaya, pembuat website primbon mengatakan, sampai saat ini laman miliknya masih dikunjungi puluhan ribu pengguna per-hari. Apa yang dicari?

"Hampir pengguna memilih ramalan jodoh, ramalan cinta, hari baik. Tapi banyak sekali yang konsultasi terkait asmara," kata Jimmy kepada detikcom, Sabtu (9/10/2021).

Jimmy mengatakan rata-rata 30 ribu pengunjung per-hari kebanyakan konsultasi mencari hari baik bersama pasangannya. Bahkan dirinya menceritakan tahun 2014 lalu pengunjung mencapai 75 ribu setiap harinya.

"Jadi misal di ramalan kurang cocok, sebenarnya pasangan itu cukup mencari tanggal baiknya. Asal, sebenarnya pada kehidupan nyata, mereka cocok, cuma wetonnya kurang pas, ya solusinya cari tanggal yang baik untuk tunangan, menikah," ungkapnya.

Selain soal ramalan jodoh, banyak pengunjung website primbon ingin menebak, semahir apa mereka melihat masa depan.

Baca juga: Primbon Jawa Berisi Ramalan Jodoh hingga Mistis Ini Eksis Selama 22 Tahun

"Jadi ada test paranormal indra keenam, seberapa mahir pengguna itu menebak masa depan," imbuhnya.

Tidak hanya itu, website primbon juga dibumbui klenik-klenik khas Jawa. Ada juga foto-foto penampakan yang bisa diakses pengguna.

Menurutnya, kanal mistis di primbon juga jadi favorit pengunjung website. Setiap minggunya, Jimmy sering mendapat kiriman foto penampakan hantu dari pengguna web. Sebelum dipublikasi, dirinya harus menseleksi kiriman dari pengguna web, karena banyak foto penampakan yang dibuat-buat atau rekayasa.

"Ada juga asli, saya motret sendiri di Gua Maharani ada penampakan. Ya memang harus selektif, karena kanal itu, user bisa mengirim foto penampakan hantu, tapi saya muatnya kan harus dipilih, mana yang bener-bener penampakan," ungkapnya.

Lulusan Fakultas Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini mengaku tidak bisa melihat hantu secara kasat mata. Tapi, dia bisa merasakan adanya arwah di sekitarnya.

"Saya koleksi banyak pusaka, buku primbon Jawa. Jadi seringkali, saya merasakan ada makhluk halus saat saya memegang pusaka-pusaka tersebut," terangnya.

(fat/fat)