7.700 Yatim Piatu Ortu Meninggal COVID-19 Dapat Kartu Prioritas untuk Berobat

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 17:05 WIB
polda jatim
7.700 anak yatim piatu yang ortunya meninggal akibat COVID-19 di Jatim dapat bantuan dan prioritas dalam berobat (Foto: Dok. Polda Jatim)
Surabaya -

Sebanyak 7.700 anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat COVID-19 di Jawa Timur mendapat bantuan dan prioritas dalam berobat. Mereka bisa mendapatkan itu lewat fasilitas Pelayanan Kesehatan (Yankes) Luar Biasa dan kartu Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) prioritas. Sebelumnya, anak-anak ini juga telah menjadi anak angkat bagi para polisi lalu lintas di Jatim.

Untuk mewujudkan hal ini, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menyebut pihaknya juga bekerja sama dengan BPJS. Biaya rumah sakit sebesar Rp 2,2 miliar juga telah disiapkan untuk mengcover pengobatan anak-anak jika nanti dibutuhkan.

"Tadi ada kerja sama dengan BPJS, karena ada 7.700 anak-anak yang menjadi yatim piatu di seluruh Jawa Timur karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Untuk itu, jajaran Polda Jatim melalui Biddokkes akan melaksanakan kerja sama dengan BPJS, pelayanan kesehatan 7.700 anak ini akan dibayarkan melalui biaya rumah sakit sebesar Rp 2,2 miliar. Sehingga anak ini akan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan kartu BPJS," kata Nico di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (8/10/2021).

Selain itu, kartu RSB prioritas yang diberikan pada anak-anak akan memudahkan mereka dalam mendapatkan pengobatan.

Misalnya bila anak ini sakit dan datang ke RS Bhayangkara, akan mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit Bhayangkara. Termasuk pelayanan home care atau datang ke rumah, anak-anak tinggal menghubungi jika membutuhkan pelayanan dan nanti akan didatangi.

"Ini sesuai dengan program bapak Kapolri dalam mewujudkan Polri yang presisi," tambah Nico.

Tak hanya itu, Polda Jatim juga bekerja sama dengan dinas sosial. Sehingga, masa depan anak-anak yatim piatu ini bisa tetap dalam pantauan dan perlindungan Dinas Sosial, BPJS hingga Polda Jatim.

"Kami akan melakukan beberapa MoU, yang akan direncanakan Kabid Dokkes, sehingga landasan normatif yuridisnya apa bila nanti kita berpindah hal itu bisa menjadi landasan untuk melangkah ke depannya," tambahnya.

Di kesempatan ini, Nico mengapresiasi dedikasi dan semangat seluruh jajaran Bid Dokkes, dan kepala rumah sakit di Jawa Timur. Karena banyak perkembangan positif dalam melaksanakan tugas, baik pelayanan tugas kepada anggota Polri di internal, maupun pelayanan kepada masyarakat di dalam melaksanakan program penanganan COVID-19.

"Kemarin saya prihatin, karena dalam menghadapi pandemi COVID-19 seluruh anggota kita berjibaku di bawah dan sebagian juga karena menghadapi masyarakat yang terkena COVID-19 mereka terpapar, dan ada juga sebagian yang meninggal. Nah itu menjadi pemikiran saya, dan sekarang ini adalah langkah maju untuk mewujudkan anggota kita bisa menjadi sehat, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Termasuk ASN dan keluarga Polri," paparnya.

"Saya mengapresiasi baik dalam melaksanakan vaksinasi, perawatan kepada masyarakat yang masuk ke rumah sakit kemudian sinergi dengan Kadinkes, Kakesdam, ini hal-hal yang positif yang saya kira seluruh kepala nanti bisa melakukan langkah-langkah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi sehingga apa yang diinginkan oleh bapak Kapolri, bapak Panglima TNI, maupun bapak presiden. Terkait dengan penanganan COVID-19, khususnya di Jawa Timur bisa berjalan baik," pungkasnya.

(hil/iwd)