670 Koperasi di Tulungagung Kembang Kempis Terancam Gulung Tikar

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 08:11 WIB
Kepala Dinkop UMKM Tulungagung Slamet Sunarto
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung mencatat, 670 koperasi di wilayahnya kondisinya tidak aktif. Mereka terancam gulung tikar.

Kepala Dinkop UMKM Tulungagung Slamet Sunarto, mengatakan dari daftar 1.419 lembaga koperasi, hanya 749 koperasi yang kondisinya masih aktif dan menjalankan bisnis.

"Untuk yang 670 tidak aktif. Untuk unit usahanya macam-macam. Nah inilah yang saat ini sedang kami lakukan upaya pembinaan," kata Slamet, Jumat (8/10/2021).

Upaya penyehatan kembali ratusan koperasi itu dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai pembinaan sumberdaya manusia, hingga strategi pengembangan usaha di era modern.

Pihaknya mengakui tumbangnya ratusan koperasi tersebut diakibatkan oleh kurang mumpuninya SDM di masing-masing lembaga. Sehingga mereka tidak mampu perkembangan zaman, maupun mengikuti pola pergeseran konsumen.

"Persoalannya kalau sekarang ya di human resources-nya. Sekarang ini mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Dijelaskan upaya digitalisasi koperasi, saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah, sehingga diharapkan tercipta 'big data' koperasi secara nasional. Data itu akan dikolaborasikan dengan UMKM yang ada di masyarakat.

Menurutnya dinas koperasi juga melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap keberadaan koperasi di Tulungagung. Dalam pengawasan itu, pihaknya memiliki puluhan indikator yang bisa menjadi penentu kondisi kesehatan koperasi.

Slamet menambahkan, selain persoalan koperasi yang kembang kempis, pihaknya juga tengah menangani 197 koperasi untuk diajukan pembekuan atau pembubaran.

Ratusan koperasi itu sebagian besar didirikan tahun 1998. Di mana saat itu banyak berdiri koperasi MB yang hanya bertujuan untuk menyerap anggaran pemerintah.

"Sehingga kondisinya sekarang ya tidak jelas, aset tidak ada, bahkan kantor juga tidak ada. Tapi pembekuan koperasi itu tidak mudah, karena harus ada di lembaran negara. Saat ini ada 197 koperasi yang kami sedang diproses di kementerian," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Dewan Koperasi Daerah Tulungagung, Nyadin, mengatakan maju mundurnya koperasi dinilai sebagai hal yang lumrah dalam dunia usaha.

"Ada yang tidak jalan, ada yang maju, ini biasa dalam usaha," kata Nyadin.

(fat/fat)