4 Ular Piton dan 40 Kera Ekor Panjang Dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 14:48 WIB
Empat ular piton dan 40 kera ekor panjang dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong, Jember. Nusa Barong merupakan pulau yang berstatus sebagai suaka marga satwa.
Pelepasliaran satwa liar/Foto: Yakub Mulyono
Jember -

Empat ular piton dan 40 kera ekor panjang dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong, Jember. Nusa Barong merupakan pulau yang berstatus sebagai suaka marga satwa.

Pelepasliaran satwa liar itu merupakan hasil kerja sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan Jakarta Animal Network. Turut hadir dalam prosesi tersebut Bupati Jember Hendy Siswanto.

"Pada hari ini kita ada kegiatan melepasliarkan piton dan monyet ekor panjang. Yang dilepas ini merupakan hasil dari rampasan dan juga penyerahan dari masyarakat," kata Kabid BKSDA Wilayah 3 Jember, Wiwied Widodo, Kamis (7/10/2021).

Sebelum dilepasliarkan, lanjut Wiwied, satwa liar itu terlebih dahulu menjalani observasi. Lama observasi yakni 2 tahun.

"Kita lakukan observasi selama kurun waktu 2 tahun, dan selanjutnya kita lepasliarkan di habitatnya yaitu hutan dan pegunungan," terangnya.

Wiwied berharap kera ekor panjang yang dilepas bisa cepat beradaptasi. Sebab di kawasan itu juga banyak hewan liar lainnya.

"Jenis kera ekor panjang atau bahasa ilmiahnya Macaca fascicularis ini adalah jenis spesies yang berkoloni. Semoga dengan segera dilepasliarkan di Pulau Nusa Barong, jenis kera tersebut lekas bisa menyesuaikan diri dengan kera yang ada di sana juga, dan berkembang biak dengan cepat," ujar Wiwied.

Bupati Hendy mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk dukungan Pemkab Jember dalam upaya menjaga ekosistem. Dia juga menilai Pulau Nusa Barong merupakan tempat yang pas untuk segala macam habibat hewan.

"Maka dari itu Pulau Nusa Barong harus kita jaga bersama-sama untuk wisata alam dan juga edukasi masyarakat agar saling menghargai tentang kehidupan hewan tersebut," kata Hendy.

(sun/bdh)