Kemenkes: Capaian Vaksinasi Lansia di Kota Blitar Jadi Contoh Uji Coba New Normal

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 08:19 WIB
Tenaga Ahli Kemenkes, Monica Nirmala
Tenaga Ahli Kemenkes, Monica Nirmala (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Pemerintah menjadikan Kota Blitar percontohan uji coba new normal PPKM Level 1. Capaian vaksinasi lansia menjadi indikator utama penerapan uji coba new normal di Bumi Bang Karno ini.

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Kemenkes, Monica Nirmala, usai berdiskusi dengan Wali Kota Blitar, Santoso bersama Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan dan Dandim 0808/Blitar, Letkol Info Didin Nasrudin Darsono dalam monitoring persiapan uji coba PPKM Level 1 New Normal di Pemkot Blitar.

"Indikator vaksinasi ini adalah capaian vaksinasi pertama untuk populasi umum di atas 70 persen. Dan vaksinasi lansia di atas 60 persen. Banyak daerah yang belum bisa mencapai dua indikator capaian vaksinasi khususnya vaksinasi untuk lansia," kata Monica dikonfirmasi detikcom, Kamis (7/10/2021).

Data dari Dinkes Pemkot Blitar, capaian vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum di Kota Blitar sudah mencapai 89,21 persen dari total sasaran 70.288 orang. Sedangkan capaian vaksinasi dosis pertama untuk lansia di Kota Blitar mencapai 66,47 persen dari total sasaran 15.006 orang.capaian vaksinasi dosis pertama untuk lansia di Kota Blitar mencapai 66,47 persen dari total sasaran 15.006 orang.

Dan capaian total vaksinasi dosis pertama di Kota Blitar sudah mencapai 97,27 persen dari total sasaran 115.850 orang. Terdiri atas tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat umum dan remaja.

pemkot blitarWali Kota Blitar Santoso/ Foto: Erliana Riady

Monica menambahkan, selain vaksinasi, ada 6 indikator lain yang menetapkan Kota Blitar berada di Level 1. Yaitu, indikator transmisi seperti kasus konfirmasi baru, angka kematian dan perawatan rumah sakit semua terkendali di Level 1. Juga ndikator kapasitas respons seperti, pelaksanaan tracing, testing, dan treatment juga baik.ndikator kapasitas respons seperti, pelaksanaan tracing, testing, dan treatment juga baik.

"Kalau misalnya kasus naik lagi, angka kematian naik, dan perawatan rumah sakit juga naik, bukan tidak mungkin status PPKM Kota Blitar naik lagi ke level 2 dan seterusnya," tandasnya.

Sementara Wali Kota Blitar, Santoso mengaku telah mengirim surat edaran (SE) terkait Inmendagri No 47 dalam pelaksanaan PPKM Level 1. SE diedarkan kepada semua kepala OPD, camat dan lurah di Kota Blitar. Dalam SE itu, diharapkan semua OPD memberikan sosialisasi pelaksanaan uji coba new normal sesuai kewenangannya masing-masing.

Selain sosialisasi, SE juga meminta penataan dan penyediaan sarana, seperti scan barcode di semua perkantoran dan ruang publik. Aplikasi PeduLindungi, nantinya akan ditempatkan di semua perkantoran, sekolah, lokasi wisata dan pasar tradisional.

"Saat ini sudah ada 71 OPD yang terpasang alat scan barcode QR. Beberapa sekolah juga sudah ada. Kita pantau terus, kalau memang tidak ada kasus baru, alat itu akan kami perbanyak lokasi pemasangannya. Tapi kalau muncul kasus baru, segera kita tangani. Barcode QR kita tambah, agar kita benar-benar menerapkan new normal berdampingan dengan virus Corona," pungkasnya.

(fat/fat)