Berada di Tengah Kota, Bangunan Bekas RSUD Bangil Pasuruan Ini Tampak Angker

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 13:12 WIB
eks gedung rsud bangil pasuruan
Gedung eks RSUD Bangil tampak depan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Gedung bekas RSUD Bangil, Jalan dr Soetomo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan sejak lama terbengkalai. Gedung yang berada di tengah kota ini tampak usang dan tak terawat. Bahkan kompleks bangunan ini terlihat angker dan menyeramkan.

Bagaimana tidak, gedung eks RSUD Bangil tak terawat ini ada di antara bangunan sebelah kanan dan kiri pusat kota yang berdiri megah. Tampak kontras tentunya dengan bangunan lain. Di depan gedung eks RSUD Bangil merupakan jalur pantura di mana berdiri Mako Polres Pasuruan. Di sebelah baratnya, Gedung Pengadilan Negeri (PN) dan di sebelah timur sebuah perkampungan.

Bangunan tua sejak tahun 1981 ini dimanfaatkan sebagai RSUD Bangil. Namun pada tahun 2013 RSUD Bangil resmi pindah ke gedung baru di Desa Raci.

Baca juga: Cerita Warga Lari Dikejar Sundel Bolong dan Bayi di Rumah Tua Bekas Tempat Aborsi

Sejak saat itu kompleks ini dimanfaatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Keluarga Berencana (KB), UPT Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI) hingga terakhir Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Lazimnya rumah sakit, tempat ini memiliki ruangan layanan poli kesehatan, gedung kedaruratan hingga ruangan untuk kamar mayat. Bahkan gedung bekas kamar mayat ini masih ada hingga sekarang. Bahkan disebut-sebut jadi sarang makhluk gaib.

"Seram sekali, mas. Jauh beda dengan bangunan sekitar. Pukul 8 malam (20.00 WIB) saja sudah terasa angker," ujar Saiful (42), petugas sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di pertigaan Okabawes tepat di sisi timur gedung kepada detikcom di lokasi, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Misteri Rumah Tua Bekas Tempat Praktik Aborsi di Malang

Dia menceritakan suasana semakin seram saat malam menuju larut. Dia mengaku sering jadi sasaran 'godaan' makhluk tak kasat mata. "Sering ada yang lempar batu kecil, tapi nggak ada sosoknya. Kalau suasana hujan, wah tambah seram," ujar pria yang sudah 5 tahun sebagai supeltas ini.

Warga lain Syahroni (40) mengaku selalu merinding saat melintas di depan kompleks bangunan. "Saya sering lewat tapi selalu merinding. Kemarin saat pulang rapat pukul 22.00 WIB, nggak tahu bulu kuduk langsung berdiri saja," terangnya.

Syahroni mengakui kompleks bangunan itu sangat menyeramkan meski berada di jalur ramai dan tengah kota. "Memang banyak gedung tua, bekas rumah sakit. Katanya konon banyak lelembut di bekas kamar mayat yang ada di dalam," ungkapnya.

(fat/fat)