Akhir Kasus Teror Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi: Pelaku Dibebaskan

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 13:04 WIB
pencurian celana dalam di banyuwangi
Pelaku pencurian celana dalam saat dimintai keterangan di Polsek Sempu (Foto: Dok. Polsek Sempu)
Banyuwangi -

Polisi akhirnya melepaskan pelaku pencurian celana dalam wanita di Banyuwangi. Itu setelah korban mencabut pengaduan.

Pengaduan laporan itu dilakukan setelah polisi melakukan mediasi terhadap pelaku dan korban. Dan pelaku berjanji tidak bakal mengulangi perbuatannya tersebut.

"Kasus ini berakhir damai. Pelapor mencabut aduannya," Kapolsek Sempu AKP Karyadi kepada detikcom, Rabu (6/10/2021).

Pencabutan pengaduan ini, kata Karyadi, setelah pihaknya melakukan mediasi antara pelaku dan korban. Korban memaafkan pelaku yang melakukan pencurian di rumahnya.

"Korban memaafkan pelaku. Namun korban meminta kepada pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. Maka kita buat surat perjanjian dan ditandatangani kedua belah pihak," tambah Karyadi.

Polisi mengedepankan mediasi, karena kerugian dalam aksi pencurian pakaian dalam wanita itu hanya Rp 1 juta. Selain itu, pihaknya mengedepankan Restorasi Justice dalam kasus ini.

"Tentu kita kedepankan mediasi. Sebab kerugian di bawah Rp 2,5 juta. Makanya kita lakukan mediasi ini," pungkas Karyadi.

Polisi mengamankan DAV (20), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu atas dugaan pencurian celana dalam di 2 TKP Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Pelaku mencuri dengan cara memanjat pagar rumah dengan menggunakan topeng dari celana dalam yang dicurinya.

Selain itu, dirinya juga menggunakan boneka milik korban untuk berfantasi seksual. Pelaku merusak dan membuat lubang bagian tengah di antara kaki boneka. Di dalam lubang itu ditemukan cairan kental mirip sperma saat ditemukan oleh korban.

Dalam pengakuannya ke polisi, pelaku terangsang setelah melihat pakaian dalam wanita yang dikeringkan. Pelaku juga memanfaatkan barang curianya itu untuk melepas hasrat seksualnya.

(iwd/iwd)