Atlet Surabaya Pulang Akan Dikarantina, KONI Jatim Sebut Papua Bisa Tersinggung

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 23:26 WIB
Jelang PON XX Papua, belasan atlet dan pelatih bulu tangkis Jatim dikabarkan belum menerima honor latihan. Kini KONI Jatim merespons soal honor tersebut.
Ketua Harian KONI Jatim M Nabil/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

Pemkot Surabaya akan mengkarantina atlet dan official yang pulang dari PON XX Papua. Yang akan dikarantina yakni warga Surabaya atau yang berdomisili di Kota Pahlawan.

Ketua Harian KONI Jatim M Nabil mempertanyakan soal surat tersebut. Menurutnya, karantina tidak perlu dilakukan karena para atlet maupun official yang berangkat ke PON XX Papua, sudah melaksanakan tingkatan check up kesehatan.

"Pemkot Surabaya seharusnya mempertimbangkan kebijakannya, karena sebelum berangkat atlet Jatim sudah swab PCR. Saat mau tanding di-swab antigen. Menjelang kepulangan harus swab PCR lagi," ujar Nabil saat dihubungi media, Selasa (5/10/2021).

Menurut Nabil, jika yang pulang dari PON XX dikarantina, maka bisa membuat Papua tersinggung. Sebab, itu akan terkesan membedakan Papua dengan daerah lainnya.

"Kenapa hanya kepulangan yang dari Papua saja yang harus dikarantina. Apakah Papua belum steril dari COVID dibandingkan daerah lain. Hal ini akan menjadi sensitif dan membuat tersinggung, karena hanya Pemkot Surabaya saja yang seperti ini," jelasnya.

"Yang dari Papua kalau landing di daerah lain di Indonesia tidak pakai karantina. Seandainya ada atlet positif COVID, sudah disiapkan tempat isoman dan pasti tidak bisa pulang (dari Papua) sampai dinyatakan negatif lagi hasilnya," tambahnya.

Nabil mengingatkan Pemkot Surabaya untuk kembali mempertimbangkan kebijakan tersebut. "Untuk dipertimbangkan lagi kebijakan yang dapat menimbulkan masalah baru antara Jawa Timur dan Papua," pungkasnya.

Lihat juga Video: Detik-detik Atlet Gantole Sumbar Jatuh di Rumah Warga

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)