Tulungagung Masih Bertahan di Level 3, Apa Penyebabnya?

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 18:43 WIB
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung -

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) masih menempatkan Kabupaten Tulungagung pada PPKM level 3, dalam kasus COVID-19. Apa penyebabnya?

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, membenarkan wilayahnya hingga kini belum beranjak dari level 3. Hal itu disebabkan sejumlah faktor, salah satunya capaian vaksinasi.

Menurutnya sesuai dengan Inmendagri, untuk bisa masuk pada level 2, maka capaian vaksinasi total di tingkat kabupaten/kota harus mencapai 50 persen. Selain itu capaian vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) mencapai 40 persen.

"Sebetulnya kalau yang terkonfirmasi positif semakin menurun signifikan. Tapi untuk mengubah level itu indikator yang kuat adalah vaksinasi dosis pertama harus 50 persen, Tulungagung saat ini sudah 46 persen," kata Maryoto Birowo saat dikonfirmasi, Selasa (5/10/2021).

Sedangkan capaian vaksinasi lansia baru mencapai 25,99 persen dari batas minimal level dua 40 persen. Akibatnya hingga kini Tulungagung masih berada pada level 3.

Maryoto menargetkan sepekan ke depan, jumlah warga yang tervaksin akan mencapai 50 persen. Pihaknya juga akan menggenjot capaian vaksin untuk lansia.

Diakui, selama ini program vaksinasi COVID-19 untuk lansia menemui berbagai sejumlah kendala, sehingga capaiannya masih relatif rendah.

"Karena mobilitas yang terbatas, kadang nggak kuat untuk jalan, kemudian untuk mengantarkan ke tempat vaksin anak-anaknya belum tentu bisa. Sehingga kita harus jemput bola," ujarnya.

Bupati mengaku dilihat dari indikator lain, Kabupaten Tulungagung telah memenuhi persyaratan untuk beranjak ke level 2. Hal itu dibuktikan dengan hasil asesmen yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

Pihaknya berharap tidak lama lagi Tulungagung masuk ke level 2. Dengan berada level dua maka pergerakan ekonomi masyarakat bisa lebih meningkat, termasuk sektor jasa pariwisata.

(fat/fat)