Razia Balap Liar di Kota Malang, Puluhan Motor dan Mobil Diamankan

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 13:57 WIB
razia balap liar di kota malang
Mobil yang menjadi hasi razia balap liar di Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang -

Beberapa waktu terakhir masyarakat Kota Malang resah dengan adanya aksi balap liar. Petugas gabungan akhirnya turun menjawab keresahan warga. Puluhan kendaraan yang terlibat balap liar disita, baik roda dua maupun roda empat.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengungkapkan awalnya petugas mendapat informasi bahwa Jalan Ahmad Yani menjadi arena balapan liar pada malam hari.

"Kemudian kami lakukan patroli bersama POM TNI. Ternyata sudah banyak motor maupun mobil yang berkumpul dan terindikasi balapan liar. Akhirnya kami tindak mereka," ungkap Budi kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (4/10/2021).

Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan banyak masyarakat sudah resah dengan adanya balap liar yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Malang, seperti di Jalan Besar Ijen dan Jalan Ahmad Yani. Keluhan itu disampaikan melalui aplikasi Jogo Malang.

"Keluhan banyak disampaikan melalui aplikasi Joglo Malang, jika masyarakat resah adanya balap liar di Jalan Besar Ijen dan Jalan Ahmad Yani," kata Yoppi.

Untuk merespons keluhan warga, kata Yoppi, operasi gabungan melibatkan TNI kemudian digelar dini hari kemarin. Hasilnya, 48 motor roda dua dan 17 kendaraan roda empat terjaring operasi di kawasan Jalan Ahmad Yani. Petugas menempatkan semua kendaraan yang disita di halaman Mapolresta Malang Kota.

"Untuk kendaraan yang diamankan, rinciannya 48 motor dan 17 kendaraan roda empat. Semua kendaraan kami tilang," tegas Yoppi.

Menurut Yoppi, sebagai besar kendaraan yang terjaring operasi tak laik jalan. Seperti tak dilengkapi spion, knalpot brong dan bahkan lampu mobil dicopot.

"Kita kenakan tiga pasal kepada pemilik kendaraan yang balap liar tersebut, yaitu Pasal 285 ayat (1), Pasal 286, dan Pasal 297 UU 22/2009," tuturnya.

Yoppi menegaskan, semua kendaraan dapat diambil setelah proses persidangan dan membayar denda tilang. Yoppi mengimbau kepada masyarakat agar tak menggelar balap liar di jalanan. Selain mengganggu ketertiban dan kenyamanan, balap liar juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

"Ayo bangun tertib berlalu lintas di Kota Malang. Mari ciptakan rasa aman dan nyaman, dan salurkan hobi di event resmi," tandas Yoppi.

(iwd/iwd)