Ada Hal Berbau Mistis Terjadi Saat Patung Soeharto Didirikan di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 16:44 WIB
Patung Soeharto berdiri kokoh di Ponorogo. Tepatnya di wisata Bukit Soeharto, Desa Biting, Kecamatan Badegan.
Patung Soeharto di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikcom
Ponorogo -

Patung Soeharto berdiri kokoh di Ponorogo. Saat patung ini didirikan, ada peristiwa berbau mistis yang terjadi.

Seperti yang disampaikan Ketua Pengelola Wisata Bukit Soeharto, Wahyu Bintoro. Namun ia tidak berkenan untuk menjabarkan secara detail soal apa yang terjadi.

Menurutnya, apa yang terjadi saat itu terasa wajar jika dikaitkan dengan nama besar Soeharto. "Kita nggak boleh sembarangan, walaupun ini sekadar patung. Ini adalah sosok beliau yang menjadikan tempat ini juga beliau mengizinkan kita mengelola sini," kata Wahyu kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Patung Soeharto berdiri kokoh di Wisata Bukit Soeharto, Desa Biting, Kecamatan Badegan. Pantauan detikcom, patung ini setinggi 3 meter. Patung ini baru berdiri pada 2020.

Wahyu mengatakan, awalnya ia memesan Patung Soeharto kepada salah seorang teman. Namun saat pesanan datang, ukuran patungnya terbilang kecil. Akhirnya ia memesan kembali dengan ukuran yang lebih besar.

"Patung yang kedua ini dari Yogyakarta, dari seniman Yogya," tutur Wahyu.

Soal Patung Soeharto menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Itu bermula dari pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot sebelumnya sempat menyatakan hilangnya Patung Soeharto dkk di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, sebagai bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI. Barang-barang yang dihilangkan, sambung Gatot adalah yang berkaitan dengan peristiwa penumpasan komunisme di Tanah Air pada era Orde Lama.

"Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30S/PKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO," ujar Gatot dalam webinar berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9).

"Ini tunjukkan bahwa mau tidak mau kita harus akui, dalam menghadapi pemberontakan G30S/PKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus yang dulu Resimen Para Komando dan Sarwo Edhie, dan peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan (tiga) patung itu sekarang tidak ada, sudah bersih," lanjutnya.

Tonton juga Video: Pak Gatot, Patung Soeharto Ada di Ponorogo Loh

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)