Masuk Pemkab Banyuwangi, Kini Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 20:29 WIB
pedulilindungi pemkab banyuwangi
Wajib scan QR Code PeduliLindungi setiap masuk kantor Pemkab Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi terus berusaha meminimalkan potensi penularan COVID-19. Selain mengintensifkan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) dengan menggandeng lintas elemen, pemkab juga mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi di kantor pemerintahan maupun tempat-tempat kegiatan publik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Siapa pun yang hendak masuk ke kantor Pemkab Banyuwangi kini harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Di setiap pintu masuk kantor pusat pemerintahan di Bumi Blambangan, itu telah disediakan quick response (QR) Code. Sebelum masuk kantor pemkab, setiap ASN maupun pengunjung wajib melakukan scan QR Code tersebut dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Banyuwangi harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Aplikasi ini bisa menjadi screening ASN dalam melakukan setiap kegiatan. Termasuk saat masuk ke kantor Pemkab Banyuwangi atau berkegiatan di tempat publik. Kalau tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi, mereka tidak bisa masuk kantor Pemkab," ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Mujiono menambahkan, selain ASN, hal serupa juga harus dilakukan pengunjung yang hendak masuk kantor Pemkab Banyuwangi.

"Ini demi meminimalkan potensi penularan COVID-19," kata dia.

Menurut Mujiono, sejauh ini Pemkab Banyuwang sudah mendaftarkan 35 tempat di Bumi Blambangan untuk mendapatkan QR Code alikasi PeduliLindungi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Yang sudah terealisasi sekitar 15 tempat," kata dia.

Sementara itu, selain memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi, upaya meminimalkan potensi penularan COVID-19 digeber Pemkab Banyuwangi dengan berbagai cara. Termasuk dengan meningkatkan kampanye protokol kesehatan (prokes) dengan berkolaborasi bersama lintas elemen. Termasuk dengan TNI, Polri, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"Upaya kampanye prokes paling efektif dan efisien dilakukan dengan cara kolaborasi. Pemkab punya jaringan ke bawah, mulai camat, kades, dan lurah. Komando Distrik Militer (Kodim) memiliki Koramil dan Bhabinsa. Polresta punya Polsek dan Bhabinkamtibmas. Apalagi ditopang FKUB, kampanye prokes akan lebih efektif," pungkas Mujiono.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menyambut baik adanya penerapan aplikasi PeduliLindungi di kantor Pemkab Banyuwangi. Pihaknya berharap seluruh kantor baik di dalam Pemkab Banyuwangi maupun lainnya juga mengikuti terobosan ini.

"Tidak hanya Pemkab Banyuwangi, tapi Dinas dan juga termasuk Kodim hingga Polresta. Mungkin juga instansi swasta juga menerapkan hal ini," pungkasnya.

(iwd/iwd)