Jelang Asesmen Nasional Berbasis Komputer SMP, PTM di Surabaya Dialihkan Daring

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 18:59 WIB
Plt Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho
Kabid Sekmen Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya kini tengah mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP. Untuk mempersiapkan asesmen, pembelajaran tatap muka (PTM) SMP sementara kembali dialihkan ke daring.

"Jadi, saat ini kita berkonsentrasi untuk mempersiapkan ANBK yang merupakan program pemerintah pusat. ANBK ini akan diikuti kelas 8 dan akan digelar pada 4-7 Oktober 2021," kata Plt Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho, Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, saat ini dispendik dan sekolah sedang mempersiapkan sarana dan prasarana komputer, karena ANBK ini hampir mirip dengan ujian nasional yang menggunakan komputer. Bahkan, saat ini dispendik tengah mempersiapkan pengawas hingga administrasinya.

"Sistemnya nanti hampir mirip dengan UN (Ujian nasional) dulu. Jadi, mereka akan mengerjakan soal langsung di komputer untuk mengukur kompetensi dan numerasi siswa," ujarnya.

Untuk itu, jelas dia, sterilisasi tempat, persiapan sarpras dan juga administrasi di sekolah, serta pelaksanaannya lebih lancar, maka pembelajaran di SMP dilakukan secara daring hingga ANBK selesai.

"Mulai Kamis (30/9) dialihkan ke daring, dan mungkin pada hari Senin (11/10), PTM SMP bisa dilakukan kembali, karena ANBK-nya sudah selesai," katanya.

Aji memastikan saat pelaksanaan ANBK, Dispendik akan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan, pelaksanaan ANBK itu sudah diasesmen Satgas COVID-19 Surabaya, sehingga nantinya pelaksanaannya akan dibagi ke dalam beberapa sesi dan setiap sesi hanya ada 15 siswa di tiap ruangan.

"Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan dinkes untuk mengatur jadwal swab siswa yang akan mengikuti ANBK ini, karena kita berharap nantinya siswa yang mengikuti ANBK benar-benar sehat. Inilah bentuk kehati-hatian kami di masa pandemi ini," jelasnya.

Sementara Aji membantah PTM SMP ditiadakan karena ada klaster sekolah di Surabaya. Menurutnya, PTM bukan ditiadakan atau dihentikan. Tapi dialihkan sementara karena sekolah tengah mempersiapkan ANBK.

"Justru tes swab yang dilakukan kepada siswa itu merupakan bentuk kehati-hatian pemkot selama menggelar PTM di sekolah," pungkasnya.

(fat/fat)