Satu Siswa di Surabaya Diketahui Positif COVID-19, Tapi Bukan Tertular dari PTM

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 19:48 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan ada satu siswa SD positif COVID-19 setelah dilakukan tes PCR di sekolah. Beruntungnya, siswa tersebut ketahuan sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolahnya dimulai.

Eri memastikan satu siswa yang positif COVID-19 terjangkit bukan saat PTM berlangsung. Melainkan siswa tersebut diduga terinfeksi saat melakukan perjalanan ke luar kota. Pemkot Surabaya pun akan melakukan evaluasi kembali.

"Dia kan belum sempat sekolah, dia baru datang (ke Surabaya), di sekolah kita swab. Swab itu kan memang kita lakukan acak, setiap hari kita lakukan acak. Terus ketemu (siswa positif Corona), ditanya dari mana, dari luar kota. Waduh yo wis iki nek teko luar kota rodok yak opo," kata Eri kepada wartawan usai meninjau vaksinasi di Gelora Pancasila, Kamis (30/9/2021).

"Tapi Alhamdulillah, yang dari luar kota baru kita ketahui, kita tanya gurunya, baru pertama akan masuk (sekolah). SD (siswa yang positif Corona). Kalau SD angel (susah), kan saya bilang kalau SD memang rodok angel (sedikit susah)," tambah Eri.

Meski begitu, PTM akan terus berjalan. PTM untuk sekolah yang siswanya positif tidak dihentikan. Sebab siswa tersebut diketahui terpapar sebelum PTM dimulai.

"Tetap berjalan sambil kita lajukan evaluasi," ujarnya.

Eri mengatakan temuan siswa yang positif COVID-19 hanya ada satu siswa. Untuk tes PCR kepada siswa sebelum memulai PTM pun juga masih terus dilakukan setiap hari untuk mengantisipasi klaster sekolah. Selain kepada anak didik juga guru dan pegawai sekolah.

Oleh karena itu, Eri berulang kali mengatakan jika pihaknya tidak berani memasukkan 50% siswa. Pihaknya masih 25% dan dilakukan bertahap tidak serentak langsung buka luring.

"Karena yang saya khawatirkan bukan karena di Surabaya nya, tapi dari luar kotanya baru sekolah. Dari awal saya selalu katakan, saya nggak mau kalau 50% (siswa yang masuk), cukup 25% sambil kita melakukan kontrolnya," jelas Eri.

Mantan Kepala Bappeko itu mengatakan untuk menggelar PTM, wali murid oleh sekolah dimintai persetujuan. Jika wali murid tidak setuju maka tidak harus masuk sekolah, ketika setuju siswa bisa masuk. eri juga berpesan kepada wali murid agar menjaga buah hatinya.

"Karena kita mengakomodir 2 tempat, mau luring dan daring. Saya harap orang tua murid bisa menjaga putra/putrinya apa lagi luar kota, agar tidak memunculkan (kasus baru) di Surabaya. Sama-sama menjaga kalau melakukan tatap muka," pungkas Eri. (iwd/iwd)