Satpol PP Jombang Hentikan Pembangunan Dua Menara Seluler Tanpa IMB

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 21:27 WIB
Satpol PP Jombang hentikan pembangunan 2 menara seluler
Satpol PP Jombang hentikan pembangunan 2 menara seluler (Foto: Dok.Satpol PP Jombang)
Jombang -

Satpol PP Jombang menghentikan paksa pembangunan 2 menara seluler karena belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Petugas penegak Perda juga menyita besi-besi untuk konstruksi tower.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang Didit Budi Santoso mengatakan pembangunan menara seluler yang disetop paksa berada di 2 titik. Yaitu di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno dan di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben.

Menurut Didit, proyek dua menara seluler yang dikerjakan PT DT itu pada tahap pembangunan fondasi. Pihaknya menghentikan paksa kedua proyek tersebut karena belum mengantongi IMB dari Pemkab Jombang.

"Itu baru mengajukan IMB ke PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jombang). Aturannya kan harus keluar izinnya dulu karena ada hitung-hitungan retribusi di PTSP. Belum ada IMB sudah membangun fondasi. Karena tidak sesuai aturan, kami tindak," kata Didit kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Penghentian paksa pembangunan dua menara seluler dilakukan Satpol PP Jombang dengan memasang papan bertuliskan 'Bangunan Lokasi Ditutup karena Belum Berizin'. Selain itu, petugas penegak Perda juga menyita semua besi untuk konstruksi tower.

"Yang kami sita besi-besi untuk mendirikan tower. Kalau IMB sudah keluar, bisa diambil lagi," terang Didit.

Pembangunan dua menara seluler tanpa izin yang dikerjakan PT DT, kata Didit, tentu saja merugikan Pemkab Jombang. Karena perusahaan infrastruktur telekomunikasi itu wajib membayar retribusi ke pemerintah sebagai salah satu syarat mendapatkan IMB.

Retribusi tersebut menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jombang. Apa yang dilakukan PT DT melanggar Perda Kabupaten Jombang nomor 5 Tahun 2016 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

"Aturannya harus ada IMB karena ada retribusinya. Kalau tahu-tahu membangun kan tidak ada hitung-hitungan retribusinya," tandasnya.

(iwd/iwd)