Saat Anak Yatim di Bojonegoro Diajak Doakan Orang Tua dan Diberi Santunan

Ainur Rofiq - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 19:00 WIB
Polisi Bojonegoro berbagi keceriaan kepada anak yatim hingga yatim piatu. Mereka menjadi yatim hingga yatim piatu setelah ditinggal orang tua meninggal terpapar Corona.
Polisi Bojonegoro berbagi keceriaan kepada anak yatim hingga yatim piatu/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Polisi Bojonegoro berbagi keceriaan kepada anak yatim hingga yatim piatu. Mereka menjadi yatim hingga yatim piatu setelah ditinggal orang tua meninggal terpapar Corona.

Rata-rata, mereka masih bersekolah di SD. Mereka diajak berdoa bersama untuk orang tua mereka. Doa bersama digelar di Masjid Al Ikhlas Polres Bojonegoro. Lalu, mereka menerima santunan dan bingkisan berupa alat sekolah.

Puluhan anak yatim hingga yatim piatu ini dari beberapa kecamatan di Bojonegoro. Mereka juga dengan senang hati menikmati aneka makanan yang disungguhkan oleh para polwan di Pujasera Astuti.

"Ini bentuk rasa empati kepada anak yatim piatu. Polres Bojonegoro sendiri memiliki jargon Agunge Sikap Tulung Tinulung (ASTUTI). Jadi kita implementasikan dengan saling tolong menolong," ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (30/9/2021).

Pandia menambahkan, pihaknya memberikan semangat dan motivasi kepada anak yatim piatu, untuk rajin dalam belajar dan beribadah. Sehingga apa yang menjadi cita-cita dapat terwujud.

"Saya mendengarkan keluh kesah anak-anak yatim piatu apabila terdapat kesulitan atau kendala. Kita harus perhatian atau care terhadap lingkungan apabila terdapat orang kesusahan, anak yatim piatu yang membutuhkan uluran tangan kita," tutur Pandia.

Acara santunan anak yatim piatu dilanjutkan dengan pemberian tali asih dan peralatan salat serta peralatan sekolah. Kapolres Bojonegoro berpesan, tetap patuh protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan di massa pandemi COVID-19. Serta memohon doa agar pandemi COVID-19 segera berlalu.

"Tetap semangat, rajin belajar dan beribadah, kejarlah mimpi kalian setinggi-tingginya," pesannya.

(sun/bdh)