Korban Kasus Penggandaan Sertifikat Tanah di Nganjuk Bertambah

Korban Kasus Penggandaan Sertifikat Tanah di Nganjuk Bertambah

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 11:04 WIB
Kades Sonopatik, Kecamatan Brebek, Kabupaten Nganjuk, Imam Achmad.
Kades Sonopatik, Imam Achmad/Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Nganjuk -

Kepala dusun (Kasun) di Nganjuk dilaporkan telah menggandakan sertifikat tanah warga. Korban diduga lebih dari satu orang.

Kasun yang dilaporkan berinisial AS. Sementara pelapor yakni seorang warga, Moh Nurul Muhtadin. Warga lainnya yang juga disebut-sebut menjadi korban penggandaan sertifikat tanah yakni Jurini. Seperti yang disampaikan Kades Sonopatik, Kecamatan Brebek, Kabupaten Nganjuk, Imam Achmad.

"Infonya begitu, korbanya bertambah lagi satu," ujar Imam saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (30/9/2021).

Akibat ulah AS, lanjut Imam, saat ini Nurul dan Jurini menjadi bagian dari pihak tergugat dalam perkara perdata utang piutang yang diajukan AN ke Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk.

"Jadi kalau dari kemarin surat yang dilayangkan itu ada tergugat II dan tergugat III. Jadi antara Bu Jurini dan Mbak Khotimah (Kakak Nurul) itu satu paket," jelas Imam.

Imam mengatakan, untuk menengahi permasalahan tersebut, pihaknya telah mengumpulkan pihak-pihak terkait pada 18 September 2021. Dalam pertemuan itu, AS menandatangani surat pernyataan bermeterai soal kesanggupannya menyelesaikan permasalahan utang. Sebab, sertifikat tanah yang digandakan, oleh AS digunakan sebagai jaminan utang.

"Jadi dari pihak desa itu sebetulnya sebelum kasus ini mencuat sudah ada mediasi. Sudah saya kumpulkan secara kekeluargaan. Bu Jurini sama Bu Khotimah, kakak dari pelapor, sudah duduk bersama di sini bersama keluarga dan membuat pernyataan," ungkapnya.

Imam mengaku tidak tahu mengenai aksi AS yang menggandakan sertifikat tanah warga. Pihaknya hanya membantu proses setiap pengajuan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Simak video 'Jokowi Singgung Mafia Tanah: Aparat Jangan Ada yang Membekingi!':

[Gambas:Video 20detik]