Kasun di Nganjuk Dilaporkan Gandakan Sertifikat Tanah Warga untuk Berutang

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 11:07 WIB
Warga Nganjuk melaporkan kepala dusunnya yang berinisial AS ke Polres Nganjuk. AS dilaporkan telah menggandakan sertifikat sawah dan dijadikan jaminan utang.
Pelapor menunjukkan surat pernyataan hasil mediasi/Foto: Sugeng Harianto

Wahju juga mengatakan, kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat kepolisian, BPN, dan Pemkab Nganjuk. Sebab, muncul dua sertifikat baru dengan pemilik tanah yang tak tahu menahu. Ironinya, dua sertifikat baru tersebut dikuasai orang lain.

"Penyertifikatan tanah massal ini perlu evaluasi menyeluruh dan butuh pengawasan yang ketat oleh para pihak terkait. Dalam kasus ini, saya yakin Satreskrim Polres Nganjuk dapat mengusut tuntas adanya dugaan tindak pidana Pasal 263 KUHP dan 374 KUHP," papar Djatmiko.

"Ini harus clear, karena dampak hukum yang akan muncul sangat merugikan masyarakat bila sertifikat tanah kehilangan kepastian hukumnya," imbuh Djatmiko.

Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto membenarkan terkait laporan Nurul bersama tim kuasa hukumnya. "Betul mendatangi Mapolres Nganjuk, Senin (27/9) lalu. Kedatangannya yakni untuk atas sertifikat tanah di salahgunakan untuk jaminan utang. Tapi Polres Nganjuk masih melakukan proses penyelidikan," ungkap Supriyanto.

Kepala Desa Sonopatik, Imam Achmad mengaku belum mendapatkan tembusan resmi atas pelaporan perangkat desa ke polisi. "Kalau dari desa, secara resmi kita belum ada tembusan. Tapi kita juga sudah mendengar ada salah satu warga yang melaporkan perangkat desa saya. Ya nanti kita masih nunggu tembusan ke kami," tutur Imam.


(sun/bdh)