Round-Up

Kisah Tragis Percintaan Remaja Ingusan yang Berakhir dengan Kematian

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 09:16 WIB
pembunuhan di kediri
Lokasi penemuan jenazah korban (Foto: Dok. Polres Kediri)
Kediri -

Dua remaja berusia 15 dan 14 tahun di Kediri menjalani hubungan terlarang. Pacaran yang mereka lakukan sudah terlalu jauh dengan melakukan hubungan badan. Saat kehamilan diutarakan, pembunuhan pun terjadi.

W (15) membunuh kekasihnya sendiri, A (14). Pembunuhan dilatarbelakangi ketakutan W karena A mengaku hamil. Sebelumnya muda mudi ini sudah dua kali melakukan hubungan badan.

Kasus ini berawal saat jenazah A ditemukan di sebuah lapangan di belakang Madrasah Ibtidaiyah di Dusun Bolorejo, Desa Tiru Lor, Gurah, Kabupaten Kediri pada Jumat (24/9) pukul 21.30 WIB.

pembunuhan di kediriFoto: Andhika Dwi Saputra

Dari temuan jenazah itu, polisi mulai melakukan penyelidikan. Dari ponsel milik A, diketahui A terakhir kali bertemu dengan W. Setelah dimintai keterangan, W yang masih duduk dibangku SMP itu mengakui telah membunuh A.

W mengaku membunuh A menggunakan racun ikan (potas). Racun itu diaku jamu yang bisa membuat perut tidak terlihat besar. Jamu itu kemudian diminum oleh A. Setelah meminum jamu, W melihat sendiri A meregang nyawa.

"Tersangka ini sudah berencana melakukan kejahatan terhadap korban setelah mendapat kabar melalui handphone bahwa pacarnya hamil. Tersangka memberikan jamu dicampur racun ikan dengan alasan agar perutnya tidak terlihat besar. Racun itu sebelumnya telah dibeli tersangka di toko pertanian dengan niat awal untuk keperluan mencari ikan. Namun mendapat kabar pacarnya hamil, tersangka menggunakan racun ikan tersebut untuk membunuh korban," kata Lukman kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

W sendiri mengaku menangis dan menyesali perbuatannya. Hal tersebut diutarakan Taufiq Dwi Kusuma, penasihat hukum W. Taufiq bersama tim penasihat hukum LBH Al Faruq menganggap kliennya masih di bawah umur dan apapun yang ia lakukan masih belum cukup matang dalam pemikirannya. Taufiq pun menyebut jeratan pasal pembunuhan berencana terhadap W terlalu berlebihan.

Apalagi W mengaku sangat menyesali perbuatannya dan meminta maaf serta menangis di hadapan penyidik saat memberikan keterangan.

"Kondisinya baik-baik saja. Dan ia menyesali perbuatannya dan sudah minta maaf kepada kedua orang tuanya. Ia juga menangis menyesali perbuatannya. Niatan untuk membunuh itu tidak ada sama sekali. Tidak ada niatan untuk membunuh karena dia merasa bingung. Ia merasa bahwa si korban ini mengaku hamil maka dia mempunyai niatan untuk memberikan jamu agar tidak besar perutnya," Kata Taufiq.

Simak juga '2 Warga Tasikmalaya Tewas Tertimpa Saung Ambruk':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)