Ekskavasi Candi Tribhuwana Tunggadewi, Arkeolog Cari Bagian Pagar dan Halaman

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 15:00 WIB
Ekskavasi Candi Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto kembali dilanjutkan. Penggalian arkeologi kali ini salah satunya untuk menemukan bagian pagar dan halaman candi Ratu Majapahit tersebut.
Candi Tribhuwana Tunggadewi/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Pada permukaan atas sisi barat yoni terdapat ukiran angka tahun menggunakan Aksara Jawa Kuno. Menurut Pahadi, sesuai angka tahun tersebut, Candi Tribhuwana Tunggadewi ini dibangun tahun 1294 saka atau 1372 masehi. Yaitu pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk 1350-1389 masehi.

"Hipotesis kami candi ini dibangun pada masa Hayam Wuruk untuk pemujaan ke Tribhuwana Tunggadewi. Raja itu kan dihormati, walaupun sudah mati yang dihormati aura magisnya itu. Aura magisnya ditarik dengan peripih yang letaknya di sumuran candi itu," terangnya.

Ekskavasi Candi Tribhuwana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto kembali dilanjutkan. Penggalian arkeologi kali ini salah satunya untuk menemukan bagian pagar dan halaman candi Ratu Majapahit tersebut.Ekskavasi Candi Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Tribhuwana Wijayatunggadewi tercatat sebagai raja perempuan (ratu) pertama dalam sejarah Majapahit. Pemilik nama Dyah Gitarja ini putri dari Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya dan Dyah Gayatri atau Rajapatni. Putri pendiri Majapahit ini pernah menjabat sebagai Bhre Kahuripan di wilayah Sidoarjo.

Ia lantas menggantikan kakak tirinya, Jayanegara yang berkuasa di Majapahit tahun 1309-1328 masehi. Istri Cakradhara atau Kertawadhana atau Bhre Tumapel ini menjadi raja ketiga Majapahit sejak tahun 1328 masehi. Ratu Tribhuwana Tunggadewi memilih turun tahta tahun 1350 masehi. Ia mewariskan tahta ke putranya, Hayam Wuruk.


(sun/bdh)