Anak Pegawai KAI yang Ditinggal Ortu Meninggal COVID-19 Dapat Beasiswa

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 12:56 WIB
anak pegawai PT KAI yang ortu meninggal COVID-19 dapat beasiswa
Anak pegawai PT KAI yang ortu meninggal COVID-19 dapat beasiswa (Foto: Dok. PT KAI Daop 8 Surabaya)
Surabaya -

Selama pandemi COVID-19, banyak pekerja BUMN yang terpapar hingga tidak sedikit yang meninggal dunia. Hal ini memberikan dampak psikologis bagi keluarga, terutama anak-anak yang masih melanjutkan pendidikan.

Dalam suasana HUT ke-76, PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan beasiswa pada anak-anak yang ditinggal ortu meninggal akibat COVID-19. Beasiswa ini diberikan pada 12 anak pekerja KAI yang berusia di bawah 21 Tahun.

Ada total beasiswa pendidikan senilai Rp 91 juta, di mana masing-masing anak akan menerima bantuan sebesar Rp 7,6 juta.

EVP Daop 8 Surabaya, Heri Siswanto, mengatakan bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat pada anak-anak. Beasiswa ini juga merupakan bentuk perhatian dari perusahaan kepada keluarga pekerja yang meninggal akibat terpapar COVID-19.

"PT KAI Daop 8 Surabaya menyalurkan bantuan dengan total sebesar Rp 91 juta berupa beasiswa kepada 12 anak pekerja KAI di Daop 8 Surabaya yang meninggal akibat COVID-19," kata Heri di Surabaya, Selasa (28/9/2021)'.

Di kesempatan yang sama, PT Pegadaian (Persero) juga turut mendukung dengan memberikan bantuan beasiswa kepada 6 orang anak pekerja KAI Daop 8 Surabaya berusia di bawah 15 Tahun yang oran tuanya meninggal akibat COVID-19. Beasiswa yang diberikan senilai Rp 5 juta berupa tabungan emas Pegadaian.

Heri juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian (Persero) atas perhatian yang diberikan kepada PT KAI Daop 8 Surabaya. Dukungan ini merupakan bentuk kolaboratif antar BUMN.

"Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh sesama BUMN, dan semoga kita dapat terus bersinergi," imbuh Heri.

Heri berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan membangkitkan semangat keluarga penerima beasiswa, khususnya sang anak dalam menjalani kegiatan belajar.

"Dasar dari setiap negara adalah pendidikan para pemuda," harapnya.

Simak juga 'Waspadai Kasus Covid-19 Pada Anak Meski Tren Positivity Rate Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)