Dihuni 26 KK, Lahan Sawah-Bersih Desa di Dusun Situbondo Juga Dua Enam

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 09:59 WIB
Secara Turun-Temurun Dusun di Situbondo ini Jumlah KK-nya Selalu 26
Rumah warga Dusun Karang Kenik (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Situbondo -

Keunikan Dusun Karang Kenik di Situbondo ini tenyata tak hanya dihuni hanya 26 Kepala Keluarga (KK). Tapi ada beberapa fenomena lainnya. Yakni, serba di angka 26.

Bentuk keunikan lainnya, dusun ini secara administratif pemerintahan desa berada di RT 2 / RW 6, Desa Olean, Kecamatan Situbondo. Dusun ini terletak di tempat cukup terisolir dari permukiman lainnya.

Berada di wilayah yang kanan kirinya merupakan area persawahan. Uniknya lagi, luasan dusun ini hanya sekitar 2,6 hektar. Tak berhenti sampai di situ. Adapula upacara adat atau sering disebut bersih dusun. Biasanya digelar setiap tanggal 26 November, tiap tahun. Itu juga berlangsung sejak lama.

"Tahun kemarin sempat absen, karena situasi pandemi. Tetap mengadakan bersih dusun, tapi bulan Juli kemarin," kata seorang warga Dusun Karang Kenik yang ditemui detikcom, Yudistira, Minggu (26/9/2021).

Sebelumnya sebuah dusun di Situbondo terbilang unik dan menarik. Sebab, Kepala Keluarga (KK)-nya terbatas hanya 26. Makanya, lantas sering disebut Dusun KK-26.

Baca juga: Dusun di Situbondo Ini Turun Temurun Hanya Ada 26 KK, Kok Bisa?

Menurut Ketua Adat dusun KK-26, Syaiful Arif, jumlah KK tersebut memang sudah turun temurun sejak zaman nenek moyangnya. Tak pernah lebih maupun kurang.

"Sebenarnya bukan diatur harus 26 KK. Tapi secara kebetulan saja, jumlahnya memang segitu," ujar Syaiful Arif, saat ditemui detikcom di rumahnya.

Menurut Ketua Adat yang juga ketua RT setempat ini, jika misalnya suatu ketika ada tambahan keluarga baru, lantas terbentuk KK (kepala keluarga), biasanya terjadi gangguan.

Salah seorang warga dusun lainnya, Tarwiyah (60) menambahkan, kalau kebetulan ada tambahan keluarga baru, selalu saja ada kejadian aneh. Sehingga tak sampai terjadi pertambahan KK.

"Kalau akan ada pertambahan KK baru, selalu saja ada kendala. Misalnya tetiba meninggal, sakit, atau pindah dengan sendiriya ke luar daerah," imbuh Tarwiyah, yang mengaku lahir dan dibesarkan di dusun ini.

Simak juga 'Saat Warga Dusun Gowok Yogyakarta Rayakan HUT ke-76 RI':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)