Minuman Kolagen Populer Tapi Punya Efek Jangka Panjang, Ini Penjelasannya

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 08:41 WIB
7 Nutrisi untuk Kulit yang Perlu Dipenuhi Agar Lebih Sehat
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat
Surabaya -

Memiliki kulit bersih, sehat, kencang, dan terawat merupakan suatu dambaan bagi semua orang. Berbagai cara dan perawatan pun dilakukan untuk mendapatkan kulit yang sehat dan tetap kencang. Perawatan serta perlindungan luar dan dalam pun dilakukan.

Ada banyak macam skincare yang dijual di pasaran dengan kandungan yang berbeda untuk menjaga kulit dari luar. Selain menjaga dari luar, perawatan kulit juga bisa dilakukan dari dalam.

Salah satunya dengan minuman berkolagen yang dipercaya dapat menjaga kulit dari dalam. Minuman kolagen mudah ditemukan di pasaran.

Bahkan, tak sedikit influencer mempromosikan berbagai merek minuman berkolagen. Klaim dari produk minuman kolagen tersebut terbukti ampuh menjaga kulit dari dalam.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr Medhi Denisa Alinda SpKK mengatakan bahwa minuman berkolagen tidak hanya mengandung kolagen saja. Akan tetapi terdapat berbagai zat lain di dalamnya.

"Benar, minuman berkolagen bisa menjaga kulit dari dalam tapi tergantung dengan berapa dosis kolagen dalam minuman tersebut. Biasanya dalam minuman kolagen mengandung kombinasi zat seperti gluthation, vitamin A, dan vitamin C yang bisa membantu untuk mencerahkan kulit," kata Dosen Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) ini kepada detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Meski memiliki kandungan yang baik terhadap kulit, minuman berkolagen juga memiliki efek jangka panjang terhadap tubuh. "Konsumsi jangka panjang bisa menyebabkan batu ginjal. Sebaiknya diimbangi dengan minum air putih yang banyak," ujar Medhi.

Medhi mengatakan sebenarnya asupan kolagen bisa diperoleh dari berbagai bahan alami yang ada di sekitar kita. Makanan yang memiliki kolagen tinggi adalah ayam, ikan, putih telur, buah-buahan seperti jeruk, beri, sayur-sayuran, dan tomat.

"Dibanding mengonsumsi minuman berkolagen, penggunaan bahan-bahan alami lebih disarankan. Lebih baik konsumsi bahan alami karena tidak terdapat bahan pengawet. Sedangkan minuman berkolagen biasanya ditambah pengawet," ujar Medhi.

"Dosis aman dan efektif dari kandungan kolagen adalah tidak lebih dari 2,5-15 gram/hari. Sebaiknya tidak lebih dari 2,5-15 gram/hari agar peptida kolagen bisa terhidrolisis aman dan efektif," jelas Medhi.

Medhi pun berpesan kepada masyarakat, jika ingin memiliki kulit yang sehat dan kencang adalah dengan cara hidup sehat. "Tidur yang cukup, makan yang banyak mengandung sayur dan buah, menggunakan krim perawatan kulit sesuai anjuran dokter seperti sunblock, selalu menggunakan pelembab, dan mencuci wajah setiap hari," tutup Medhi.

(iwd/iwd)