Giliran Pemulung-Tunawisma Jadi Sasaran Vaksinasi COVID-19 di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 16:57 WIB
vaksinasi di jombang
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Vaksinasi COVID-19 di Jombang terus digenjot meski saat ini masuk PPKM level 1. Kali ini, polisi menggelar vaksinasi terhadap puluhan tunawisma dan pemulung sekaligus membagikan bantuan sembako.

Vaksinasi terhadap tunawisma dan pemulung digelar di Pendapa Kabupaten Jombang. Sedikitnya 66 orang disuntik vaksin Corona dosis pertama untuk memperingati HUT Lalu Lintas ke-66. Setelah divaksin, puluhan tunawisma dan pemulung itu mendapatkan bantuan sembako dan uang dari Polres Jombang.

"Mereka salah satu yang terdampak pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, kami beri bantuan sekaligus kami perhatikan kesehatannya. Setelah kami vaksin kami beri bantuan untuk meringankan beban mereka," kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho kepada wartawan di lokasi, Kamis (23/9/2021).

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Jombang menerapkan PPKM level 1. Capaian vaksinasi Corona dosis pertama di Kota Santri sudah 70,25 persen atau 716.513 jiwa. Sedangkan dosis kedua 45,37 persen atau 462.764 jiwa.

Tidak hanya itu, Kabupaten Jombang juga menjadi zona kuning penyebaran COVID-19. Artinya, risiko penyebaran Virus Corona di daerah ini tergolong rendah.

Meski demikian, vaksinasi COVID-19 di Kota Santri terus digenjot. Menurut Agung, vaksinasi di Kecamatan Jombang yang saat ini mencapai 85 persen akan segera dituntaskan hingga 100 persen. Karena wilayah ini menjadi pusat perekonomian.

"Bersama Pemda dan TNI dalam waktu dekat 100 persen supaya perekonomian segera berjalan. Untuk lansia kami gunakan tim vaksinasi door to door menggunakan mobil. Untuk prokes, kami gunakan 3 mobil untuk bagi-bagi masker. Supaya Jombang tetap sehat," terangnya.

Vaksinasi yang digelar Polres Jombang ini mendapat sambutan baik dari para pemulung. Seperti yang dikatakan Santik (33), asal Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang.

"Biar tidak kena virus COVID-19, saya kan pemulung, kerjanya di tempat-tempat kotor. Jadi, kalau tidak ikut vaksin takutnya kena virus," tandasnya.

(fat/fat)