IT Telkom Surabaya Buat Inovasi Truk Listrik dengan Smart ID

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 10:57 WIB
Kendala truk muatan di daerah ialah antre mengisi bahan bakar. Tim riset pengembangan kendaraan listrik autonom Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), membuat inovasi truk listrik untuk mengurangi pengunaan bakan bakar.
Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) membuat inovasi truk listrik/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Kendala truk muatan di daerah ialah antre mengisi bahan bakar. Tim riset pengembangan kendaraan listrik autonom Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), membuat inovasi truk listrik.

Truk listrik yang dibuat oleh dosen dan mahasiswa ini buah dari kerja sama dengan PLN. Agar memiliki spesifikasi seperti kecepatan 40 km/jam, kapasitas baterai 10 kwH (105 V dan 96 Ah), motor listrik 50 kW, sistem pengisian daya (charging) 2-3 jam, serta dilengkapi 'smart' ID yang berfungsi untuk menyalakan truk listrik.

"Inovasi ini tergolong baru yang dikembangkan mahasiswa dan dosen ITTS. Kami membuat ini karena melihat antrean truk yang mengisi bahan bakar bisa sampai berhari-hari baru mendapatkannya. Lalu kami berpikir bila nanti bahan bakar tidak ada maka akan sangat kesusahan. Untuk itu kami kembangkan truk listrik sebagai alternatif," kata Rektor ITTS, Dr Tri Arief Sardjono kepada wartawan di halaman kampus, Kamis (23/9/2021).

Tri mengatakan, truk listrik ini juga dilengkapi timbangan digital untuk mengetahui bobot muatan truk. Maka, tidak perlu khawatir overweight atau kelebihan muatan, karena hasilnya akan ketahuan dan bisa langsung diakses.

Truk listrik ini dibuat dalam waktu 6 bulan. Untuk mengisi daya baterai hingga full hanya memerlukan waktu 2 sampai 3 jam. Karena kapasitas baterai yang masih tergolong kecil.

Saat ditanya mengenai berapa jarak yang bisa ditempuh dengan kapasitas baterai, Tri belum bisa mengungkapkan secara pasti. Sebab kapasitas jarak tempuh dipengaruhi beberapa faktor.

"Faktornya seperti beban muatan dan lainnya. Untuk kapasitas jarak belum diuji kalau full charge bisa menempuh berapa meter. Karena bergantung dari beban dan banyak faktor lainnya," jelasnya.

Menariknya, truk listrik yang dikembangkan ITTS saat ini menggunakan truk bekas tahun 1990. "Jadi tidak perlu truk baru, truk tidak terpakai bisa dirakit lagi dengan teknologi terbaru. Kita harus optimalkan," ujarnya.