Risma Terima Bantuan 3 Alat Teknologi dari IT Telkom untuk Tangani Corona

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 14:37 WIB
Risma dan alat bantuan tangani corona dari ITTS
Risma dan alat bantuan tangani corona dari ITTS (Foto: Esti Widiyana )
Surabaya -

Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) kembali memberikan bantuan alat teknologi untuk Pemkot Surabaya. Kali ini ada tiga alat teknologi yang berbeda untuk ditaruh di RSUD Soewandi, yakni robot service isolation room, swab chamber, dan bilik sterilisasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menerima bantuan itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan ITTS dalam pengembangan menangani Covid-19. Ia tak ingin tenaga medis yang berjuang terpapar virus.

"ITTS membantu kami bagaimana membuat dengan teknologi sesuai dengan bidang untuk membantu meringankan

beban para medis," kata Risma di depan Balai Kota, Kamis (9/4/2020).

Jika sebelumnya bilik sterilisasi digunakan masyarakat di tempat umum, kini akan ada di rumah sakit. Sebab, kata R

isma, para medis yang sudah dilengkapi APD masih ada yang terjangkit bahkan meninggal dunia.

Oleh karena itu, ITTS membantu mengurangi risiko tersebut dengan membuat robot service isolation room, swab chamber dan bilik sterilisasi.

"Dengan adanya alat ini, harapannya dapat membantu petugas mengurangi risiko penularan untuk tim medis," ujar Risma.

Risma menjelaskan ketiga alat itu akan ditaruh di RSUD Soewandi dulu. Namun jika rumah sakit lainnya juga membutuhkan, maka akan dibuatkan.

"Sementara satu karena memang baru. Kalau sudah bagus nanti ada penyempurnaan. Karena kita minta bantuan dan ITTS membuatkan. Termasuk mahasiswa, terima kasih Tuhan yang balas. Ini tugas kemanusiaan karena itu saya terima kasih pak rektor dan seluruh jajaran," jelasnya.

Di tempat yang sama, Rektor ITTS Tri Arif Sarjono mengatakan pihaknya telah menyerahkan tiga alat untuk para medis di rumah sakit. Untuk robot service isolation room ini fungsinya sebagai tempat makan atau pakaian ganti yang dilengkapi dengan air cooler.

"Robot service kita lengkapi dengan air cooler, bisa panas bisa dingin. Tapi ini bisa dikembangkan yang lain, seperti untuk baju kotor pasien. Robot ini diharapkan bisa mengurangi kegiatan dokter yang berinteraksi langsung dengan pasien," katanya.

Sedangkan swab chamber berguna untuk memisahkan antara pasien dengan tenaga medis. Sehingga tidak terjadi kontak langsung, karena terpisah dengan kaca.

"Yang diswab dengan para medis dipisahkan sarung tangan panjang. Sehingga tenaga medis tidak mudah terpapar oleh pasien," jelasnya.

Alat ketiga yakni bilik sterilisasi diperuntukkan untuk dokter dan perawat yang memakai alat pelindung diri (APD). Sebelum melepas APD, terlebih dulu disterilkan kemudian dilepas.

"Sangat ketat prosedurnya, jadi cuci tangan, terus lepas face shieldnya dulu terus cuci tangan lagi. Terus saya memikirkan kenapa kok masih terpapar? Nah, sempat tersirat ini masih ada virus yang barangkali nempel di APD-nya dan gak sengaja memapar ke teman-teman. Sehingga mestinya APD sebelum dilepas harus disterilkan dulu," pungkas Arif.

Simak juga video Indonesia Dapat Bantuan 50 Ribu APD Buat Tenaga Medis:

(iwd/iwd)