Round-Up

Saat Bupati dan Wabup Bojonegoro Tak Akur yang Berujung Pengaduan ke Polisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 08:28 WIB
wabup bojonegoro adukan bupati bojonegoro
Pecakapan di grup WA sebagai bukti aduan Wabup Wawan (Foto: Dok. Staf Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto)
Bojonegoro -

Pucuk pimpinan di Bojonegoro sedang panas. Bupati dan wakilnya sedang berseteru. Perseteruan itu berujung hingga ke polisi.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Imawanto mengadukan Bupat Bojonegoro Anna Mu'awanah ke Polres Bojonegoro. Pengaduan itu dibuat dengan dugaan pencemaran nama baik.

Surat pengaduan itu ditandatangani Wawan, panggilan Budi, pada 9 September 2021. Di dalam surat pengaduan itu juga dilampirkan sejumlah alat bukti di antaranya transkrip percakapan di sebuah grup WhatsApp.

Dalam surat pengaduan, Wabup Wawan mengadukan Bupati Anna yang menulis beberapa hal yang dianggapnya telah menuduh serta memberikan informasi kepada publik yang belum pasti kebenarannya

"Iya benar, saya buat pengaduan ke polisi. Karena ada percakapan di grup WA yang sudah menyerang secara pribadi, menyangkut harga diri keluarga, anak saya juga dikut-ikutkan. Bahkan ibaratnya saya yang bukan kader partainya dia, disuruh resign. Aku iki diusung PDI Perjuangan kok kowe ngongkon aku mundur teko jabatan wabup (Saya ini diusung PDIP kok kamu menyuruh saya mundur dari jabatan Wabup). Ini berarti sudah menyangkut harga diri partai juga " tutur Wabup Wawan saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Wabup Bojonegoro Adukan Bupati ke Polisi Soal Pencemaran Nama Baik

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Fran Delanta Kambaren membenarkan adanya pengaduan yang dilakukan Wabup Wawan terhadap Bupati Anna.

"Iya ada surat pengaduan yang masuk ke kami. Dan saat ini sedang kita pelajari. Selain surat pengaduan juga ada lampiran bukti buktinya juga. Ke depan tentunya akan kita tindak lanjuti aduan ini," kata Fran.

Wakil DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menyesalkan adanya perseteruan di pucuk pimpinan daerah itu. Tetapi Sukur mengakui tidak akurnya mereka memang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Salah satu indikasinya adalah mereka jarang terlihat berdua saat ada kegiatan baik kedinasan dan kenegaraan.

"Ya kalau kita lihat selama ini saat ada event kenegaraan, event pemerintah daerah mereka ini tidak pernah bersama tidak pernah duduk bersama. Ini sangat terlihat sekali," kata Sukur.

Sukur merasa khawatir tak akurnya pimpinan dan wakilnya ini bisa berdampak bagi ASN, SKPD, dan jajarannya. Terlebih lagi bagi warga Bojonegoro yang pasti akan sangat dirugikan dengan perseteruan keduanya.

"Ya kalau sudah pada ranah hukum ya tentunya ini bukan wilayah kami selaku DPRD, ini sudah domainnya APH (aparat penegak hukum). Tapi secara umum kami berharap ini segera selesailah," tandas Sukur.

Simak juga 'Cerita Pembuat Sumur Bor di Bojonegoro yang Semburkan Air 15 Meter':

[Gambas:Video 20detik]