Wakil Ketua DPRD Sebut Bupati Bojonegoro dan Wabup Sudah Lama Berseteru

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 23:18 WIB
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro -

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto mengadukan Bupati Anna Mu'awanah dengan dugaan pencemaran nama baik. Ternyata perseteruan keduanya sudah cukup lama terjadi. Karena itu tidak heran jika perseteruan ini sampai berakhir di ranah hukum.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan renggangnya hubungan Bupati Anna dan Wabup Wawan, panggilan Budi, terjadi sudah hampir dua tahun ini.

"Kalau saya amati memang sudah lama ya, hampir dua tahun seingat saya. Namun saya menyayangkan jika ini terjadi dan dipertontonkan pada publik. Kasihan masyarakat Bojonegoro," ujar Sukur kepada detikcom, Rabu (22/9/2021).

Sukur mengatakan tidak harmonisnya Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro itu terlihat pada saat ada kegiatan kedinasan atau kenegaraan. Mereka tidak terlihat bersama.

"Ya kalau kita lihat selama ini saat ada event kenegaraan, event pemerintah daerah mereka ini tidak pernah bersama tidak pernah duduk bersama. Ini sangat terlihat sekali," kata Sukur.

Bahkan menurut Sukur, ada kegiatan yang dianggap lucu oleh warga di awal tahun kemarin seperti program Bupati Anna yang justru disidak oleh Wabup Wawan. Program Bupati berupa pembagian bansos di mana Bupati Wawan menimbang sendiri beras bansos tersebut.

Sukur merasa khawatir tak akurnya pimpinan dan wakilnya ini bisa berdampak bagi ASN, SKPD, dan jajarannya. Terlebih lagi bagi warga Bojonegoro yang pasti akan sangat dirugikan dengan perseteruan keduanya.

Namun Sukur mengaku tak bisa berbuat banyak jika perseteruan itu telah masuk ranah hukum. Politisi dari Partai Demokrat itu hanya berharap segera terselesaikan perseteruan tersebut demi warga Bojonegoro.

"Ya kalau sudah pada ranah hukum ya tentunya ini bukan wilayah kami selaku DPRD, ini sudah domainnya APH (aparat penegak hukum). Tapi secara umum kami berharap ini segera selesailah," imbuh Sukur.

Sukur menambahkan tidak harmonisnya hubungan kepala daerah dengan wakilnya sebenarnya banyak terjadi di daerah lain. Tetapi Sukur heran mengapa justru Bojonegoro yang secara vulgar mempertontonkannya di ruang publik.

"Sepertinya banyak ya kejadian tidak harmonis antara kepala daerah dan wakilnya di daerah lain. Tapi kok di Bojonegoro ya yang terlihat vulgar di publik. Semestinya tidak perlu ditunjukkan ke publik," tambah Sukur.

"Kadang kalau saya amati di status WA-nya mas Wabup, pasang status yang kurang pas juga. Jika ada kebijakan yang tidak setuju mestinya tidak harus diekspos di medsosnya. Bupati dan wakil bupati itu gandeng ya satu. Satu sisi kalau melihat bupati Anna sudah ngomong atau nulis seperti itu karena ada penyebabnya. Saya jujur nggak berpihak kemana-mana ini ya," pungkas Sukur.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto melayangkan pengaduan ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik. Yang diadukan Wabup Budi adalah Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Surat pengaduan itu ditandatangani Wawan, panggilan Budi, pada 9 September 2021. Di dalam surat pengaduan itu juga dilampirkan sejumlah alat bukti di antaranya adalah transkrip percakapan di sebuah grup WhatsApp.

(iwd/iwd)