Bank Sampah Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga Cantik

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:48 WIB
limbah masker
Bank Sampah Banyuwangi manfaatkan limbah masker jadi barang yang bernilai (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Limbah masker selama pandemi COVID-19 di Banyuwangi disulap menjadi pot bunga yang cantik. Kreasi itu diciptakan oleh Bank Sampah Banyuwangi (BSB) yang prihatin dan memanfaatkan limbah masker menjadi hal yang bermanfaat.

Agus Supriyadi, Koordinator BSB mengatakan selama pandemi, masker bekas menjadi salah satu limbah yang cukup mendominasi di masyarakat. Tak jarang masker bekas itu berakhir di tempat pembuangan dan tercecer di jalan. Jika tidak dikelola dengan baik, ada saja pihak yang tak bertanggung jawab mendaur ulang masker itu untuk kemudian dijual kembali.

"Oleh karena itu kita menyulap sampah masker itu menjadi hal yang bermanfaat. Jangan sampai tercecer apalagi bekas digunakan warga yang terkena COVID-19 kemudian dipungut oleh warga lain," ujar Agus kepada detikcom, Selasa (21/9/2021).

Pengolahan limbah masker ini memang sudah dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Bank Sampah Banyuwangi mencoba melakukan upaya preventif. Dengan cara mengubah limbah masker menjadi produk yang memiliki nilai guna. Salah satu upaya yakni mengubahnya menjadi pot bunga nan cantik.

limbah maskerFoto: Ardian Fanani

"Tentunya hanya sampah masker dari masyarakat bukan sampah masker medis," kata Agus Supriadi.

Untuk pengolahannya, kata dia, disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengolahan limbah domestik. Namun, karena masker bekas menjadi salah satu limbah yang berisiko menularkan virus ada beberapa perlakuan yang harus dilakukan.

"Jadi setelah sampah dikumpulkan, sampah itu dicuci dengan disinfektan," tambahnya.

Masker yang sudah cuci, kemudian dikeringkan dan dipotong kecil-kecil. Baru kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain untuk dijadikan pot tanaman. Selanjutnya, pot-pot yang sudah kering, dicat sedemikian rupa untuk menambah estetika.

"Harapannya dengan inovasi pengolahan limbah ini problem sampah masker di masyarakat sedikit bisa teratasi," imbuhnya.

Pengumpulan sampah masker pun juga dilakukan dengan ekstra hati-hati. Pengumpul sampah harus menggunakan alat pelindung diri. Selain masker, mereka juga menggunakan sarung tangan agar tak tertular COVID-19.

"Semua harus mematuhi protokol kesehatan. Tetap waspada dengan COVID-19," tambahnya.

Bank sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi ini sudah mengerjakan proses recycle tersebut sejak beberapa bulan lalu. Dalam sehari, ribuan masker diolah oleh bank sampah yang berlokasi di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi.

"Bank sampah kita ini sudah melakukan pengolahan ini sejak empat bulan lalu. Per hari yang kita terima dan kita olah itu sebanyak enam kilogram atau sekitar 2.000 masker," pungkasnya.

(iwd/iwd)