Mahasiswa UMM Manfaatkan Limbah Mangga Jadi Masker Wajah

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 11:39 WIB
Banyak masyarakat yang suka mengonsumsi buah mangga. Sayangnya, kulitnya langsung dibuang begitu saja.
Tim mahasiswa UMM memanfaatkan limbah mangga sebagai masker wajah/Foto: Istimewa
Malang -

Banyak masyarakat yang suka mengonsumsi buah mangga. Sayangnya, kulitnya atau limbah mangga langsung dibuang begitu saja.

Padahal ada banyak manfaat dari limbah kulit mangga. Salah satunya yang ditemukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tim mahasiswa UMM ini memanfaatkan limbah tersebut sebagai masker wajah. Dituangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), ide itu lolos tahap pendanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Elvira Putri selaku ketua tim menjelaskan, ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk mengubah limbah kulit mangga menjadi produk masker wajah. Pertama yakni mengumpulkan limbah kulit mangga yang kemudian dicuci dan dikeringkan. Selanjutnya, harus melalui proses ekstraksi kulit.

Tidak cukup sampai di situ, hasil dari ekstraksi lalu masuk pada proses produksi formula masker, hingga berakhir pada uji pengukuran pH (power of hidrogen) agar sesuai dengan pH kulit wajah.

"Tahap pengujian pH ini sangatlah penting agar tidak terjadi iritasi pada wajah saat menggunakannya. Pun agar konsumen merasa nyaman dengan masker tersebut," kata Elvira kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Setelah berbagai tahapan usai dilakukan, Mango Mask Dream sudah siap untuk dikemas serta dipasarkan ke masyarakat luas.

Mahasiswa kelahiran Lumajang ini kembali menambahkan, kandungan dari kulit mangga sangat kaya akan antioksidan yang baik bagi kulit. "Kami menilai akan sayang jika limbah kulit mangga ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Terdapat berbagai kandungan yang mampu membersihkan dan merawat kulit agar lebih sehat. Di samping itu juga dapat mencegah noda yang akan merusak kulit," lanjutnya.

Elvira mengaku, proses pemasaran produk ini dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Baik itu WhatsApp maupun Instagram. Masker wajah ini dipatok dengan harga sekitar Rp 20 ribu per produk.

Ke depannya, ia dan tim ingin agar ide PKM ini bisa terus berkembang dan menjadi usaha yang strategis. Elvira mengatakan bahwa mereka berharap usaha ini mampu bersaing dengan produk lokal atau bahkan produk internasional lainnya.

Apalagi, produk ini adalah hasil olahan limbah yang tidak banyak orang mengetahui manfaatnya. Elvira tidak sendiri dalam menemukan ide serta mengembangkannya. Tapi ditemani Nabilah Hanuun Haniiifah, Mega Amelia Tri Adinda, Novia Parameswari Putri, dan Dita Ayu Novitasari yang tergabung dalam satu tim.

(sun/bdh)