48 Kasus Illegal Fishing Terungkap di Jatim Selama 2021

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:39 WIB
Sebanyak 48 kasus illegal fishing terungkap di Jatim mulai Januari hingga Agustus 2021. Dalam kasus ini, ada 48 pelaku yang diamankan.
Alat tangkap ikan yang dilarang, trawl/Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Surabaya - Sebanyak 48 kasus illegal fishing terungkap di Jatim mulai Januari hingga Agustus 2021. Dalam kasus ini, ada 48 pelaku yang diamankan.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arnapi memaparkan, para pelaku ini menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang, berjenis trawl. Trawl adalah alat tangkap ikan yang bersifat aktif, di mana alat tangkap ditarik oleh kapal yang bergerak mengejar gerombolan ikan. Sehingga, ikan-ikan ini masuk ke dalam jaring.

"Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh jajaran Subdit Patroliairud di beberapa lokasi perairan Jatim. Kami mendapat laporan masyarakat hingga nelayan tradisional yang resah terhadap alat tangkap jaring trawl," kata Arnapi di Surabaya, Senin (20/9/2021).

Arnapi menambahkan, penggunaan jaring trawl dilarang di undang-undang. Selain itu, alat ini juga merusak lingkungan.

"Banyak dampak lingkungan yang ditimbulkan jaring trawl tersebut," imbuhnya.

Tak hanya itu, Arnapi mengatakan proses penanganan pelaku illegal fishing ini dilimpahkan ke Dinas Perikanan dan Kelautan. Hal ini agar para pelaku mendapatkan efek jera.

"Untuk memberikan efek jera kepada pelaku, maka proses penanganan perkara tersebut dilimpahkan ke PPNS Dinas Perikanan dan Kelautan sesuai tempat kejadian perkara di wilayah perairan Jatim. Di antaranya perairan Gresik dan Pasuruan," paparnya.

Dalam UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang perikanan Pasal 85 jo Pasal 100 B berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa dan/atau menggunakan alat penangkap ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara RI. (sun/bdh)