Rekomendasi Pakar ITS untuk Hadapi Ancaman Puting Beliung Jelang Musim Hujan

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 13:43 WIB
Ilustrasi angin kencang
Ilustrasi angin kencang/Foto: Dok. detikcom

Selain itu, dari kajian ITS menyebut beberapa kasus pohon tumbang disebabkan pohon sudah tua dan sudah tidak tumbuh lagi, keropos di bagian tengahnya, dimakan rayap dan batangnya mulai mengering.

"Lalu ada pula yang kanopinya terlalu lebar, penanaman awal bukan bibit tapi stek sehingga akar tunggang tidak ada. Atau yang kondisi tanahnya yang sangat lunak, atau yang air tanahnya dangkal dan airnya asin sehingga akar tidak tumbuh ke bawah tapi ke samping," jelasnya.

Amien pun mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar pohon, diharapkan ikut aktif mengamati. Lalu, segera melaporkan ke pihak yang berwenang sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

"Kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya maka segera ditebang dan diganti yang baru," pesannya.


(sun/bdh)