Catat, 263 Restoran di Surabaya Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 11:35 WIB
Sebuah restoran di Surabaya berusaha menerapkan aturan 20 menit makan di tempat. Maka dari itu, resto ini punya timekeeper.
Restoran di Surabaya (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Restoran di Surabaya juga membuat syarat aplikasi PeduliLindungi untuk masuk makan. Sebanyak 263 restoran di Surabaya mewajibkan para pengunjung untuk vaksin.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengaku di Jatim baru Surabaya yang memberlakukan aplikasi PeduliLindungi. Sebanyak 263 restoran terlebih dulu menggunakan program tersebut.

"Sementara ini masih diuji coba 4 kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, tambah 1 Bali. Jadi sementara di Jatim masih Surabaya dan resminya akan diumumkan hari ini," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Jumat (17/9/2021).

"Tapi kemarin sudah diuji coba karena diminta kesiapan dan itu butuh waktu, kita dikasih link lalu di apply uji coba ada 263 restoran. Kemudian ada beberapa restoran yang tidak dibawahi PHRI semua akan diuji coba juga mulai hari ini," tambahnya.

Dwi mengatakan, jika tidak menutup kemungkinan nantinya akan bertambah restoran, termasuk di hotel yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi ini. "Mungkin nanti akan bertambah jika, 263 itu berhasil. QR code diterima, emailnya dari kementerian nanti akan bisa mengoperasikan," ujarnya.

Selain 263 restoran di Surabaya, terdapat restoran lainnya di luar Surabaya yang telah diuji coba. Seperti Malang dan Batu, sebab Jatim Park 2 sudah mulai dilakukan uji coba pembukaan tempat wisata.

"Tapi di beberapa daerah sudah kita masukkan beberapa ke aplikasi itu, jadi Malang, Batu dan beberapa daerah sudah kita minta nyoba. Karena uji coba di Surabaya, jadi yang lainnya belum dikasih QR code," jelasnya.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi di restoran resmi dilakukan sejak Selasa (14/9), akan tetapi data jumlah dan restoran mana saja baru diberikan hari ini. Sebelum tanggal 14 September, para pengelola atau pemilik restoran diminta untuk persiapan, mendaftarkan QR barcode.

"Barcode-nya semua dicoba, ada kesalahan apa, ada kesulitan apa, ada beberapa kesulitan yang kita sampaikan kesana. Jadi harus uji coba. Uji coba persiapan barcode, di resepsionis, restoran, disimulasikan. Karena kalau orang masuk untuk makan scan barcode, ketika selesai dan pergi juga harus scan barcode. Kalau tidak, dianggap lama di situ, padahal aturannya 60 menit di restoran," pungkasnya.

(fat/fat)