Miris, Ibu yang Kayuh Sepeda 27 Km Demi Anak Belum Pernah Dapat Bansos

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 15:30 WIB
ibu di malang kayuh sepeda antar anaknya ikut kejuaraan karate
Aditya membantu ibu nya memilah barang bekas (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Miris, selama ini Sulastri (37), ibu yang rela kayuh sepeda puluhan kilometer demi antar putranya ikut kejuaraan karate, belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Padahal, jika melihat kesehariannya, Sulastri seorang diri membesarkan Aditya Syaiful Anam (12), dengan menjadi seorang pemulung.

"Kami gak pernah dapat bantuan, kalau ibu saya iya. Kami sudah punya KK (kartu keluarga) sendiri-sendiri," ucap Sulastri kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Bahkan, Sulastri hanya bisa pasrah ketika rumahnya yang berdinding anyaman bambu, sebagian atapnya runtuh akibat gempa bumi mengguncang Malang selatan, April 2021 lalu. Sulastri tinggal di Jalan Sentono RT 04/RW 01, Desa Jenggolo, Kapanjen, Malang.

"Dulunya kami tinggal di situ, karena atapnya runtuh karena lindu (gempa), jadi pilih numpang di rumah ibu," kata ibu satu anak ini.

Saat gempa terjadi, Sulastri lebih memilih untuk menyelamatkan ibunya. Setelah itu, baru Sulastri mengetahui atap rumahnya runtuh karena getaran gempa. Rumah Warsi, ibu kandung Sulastri berhimpitan dengan rumahnya.

Namun, bangunan rumah nenek Aditya sudah berdinding batu bata. Pembangunan rumah itu merupakan hasil jerih payah Sulastri saat merantau sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

Sementara itu Aditya mengungkapkan keinginannya untuk kembali bisa bertemu Presiden Jokowi. Karena Aditya dulunya pernah bertemu langsung saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, tahun 2017 silam.

"Saya ingin ketemu Bapak Presiden lagi. Sekarang saya sudah bisa berprestasi pak," ucap Aditya mendampingi ibunya.

Sulastri mengaku, pertemuan putranya dengan Presiden Jokowi saat itu, untuk menerima santunan.

"Dulu Ipul (panggilan Aditya) pernah ketemu Pak Presiden untuk menerima santunan. Makanya sekarang pingin ketemu lagi," kata Sulastri.

Bantuan mengalir kepada Aditya dan keluarga, setelah viral di media sosial. Bupati Malang Sanusi bersama Sekretaris Daerah Pemkab Malang Dr Wahyu Hidayat memberikan satu unit sepeda untuk Aditya.

Selain paket bantuan lain, untuk kebutuhan sehari-hari. Menyusul kemudian, Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono bersama jajarannya turut memberikan bantuan kepada Sulastri dan Aditya.

Lihat juga video 'Momen Ratusan Warga Solo Sambut Kedatangan Jokowi-Rebutan Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)