Anak di Bawah 12 Tahun Belum Dibolehkan Naik Kereta Api di Daop 8 Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 10:57 WIB
Stasiun Gubeng Daop 8 Surabaya
Foto: Dok. PT KA Daop 8
Surabaya -

Anak-anak berusia di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan naik kereta api, baik kereta jarak jauh atau lokal. Hal ini sesuai dengan aturan PPKM level yang masih berlangsung di Indonesia.

Manager Humas KAI Daops 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan apa bila anak tersebut sudah memiliki tiket, pihaknya akan melakukan pengembalian uang 100%.

"Anak umur di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan naik kereta api, apabila dia sudah memiliki tiket pemesanan untuk keberangkatan di masa PPKM ini tidak kami izinkan dan uang kami kembalikan penuh," kata Luqman kepada detikcom di Surabaya, Minggu (12/9/2021).

Sementara itu, syarat wajib perjalanan KA jarak jauh, yakni vaksin minimal dosis pertama. Lalu yang kedua wajib PCR atau swab antigen dengan hasil negatif. Data ini akan terkoneksi di aplikasi PeduliLindungi.

"Sistem ticketing kami sejak Juli sudah kami sinkronkan dengan aplikasi PeduliLindungi. Jadi ketika penumpang melakukan boarding di stasiun keberangkatan, kami scan dan itu muncul apakah dia sudah vaksin hingga sudah antigen itu ada semua," imbuhnya.

Luqman juga menyebut akan ada pemeriksaan suhu badan. Penumpang juga wajib mematuhi protokol kesehatan, baik di stasiun atau selama dalam perjalanan.

Sedangkan untuk kereta api lokal, Luqman menyebut penumpang yang boleh naik hanya pekerja di sektor esensial dan kritikal saja. Saat pembelian tiket, para pekerja wajib menyertakan NIK.

"Seperti Surabaya-Sidoarjo dengan KRD hanya untuk sektor esensial dan kritikal, penumpang juga wajib menyertakan NIK ketika dia akan membeli tiket di stasiun, sesuai dengan identitas dan akan kami barcode tiket tersebut ketika melakukan boarding," tambahnya.

Di kesempatan ini, Luqman juga menyebut ada penurunan jumlah penumpang. Data yang diterima detikcom, volume penumpang KA jarak jauh dan lokal pada Juli mencapai 90.822. Sedangkan pada Agustus menurun sebanyak 80.848 penumpang.

"Pasti, dengan adanya pembatasan aturan tadi pasti berpengaruh pada penurunan penumpang. Karena dari jumlah kereta api yang berangkat, jumlahnya beda kan," pungkas Luqman.

(hil/iwd)