Marak Mamalia Laut Bermunculan di Perairan Jatim, BMKG Sebut Suhu Air Hangat

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 16:33 WIB
Seekor Hiu Tutul Kembali Terlihat, Diselamatkan Nelayan ke Tengah Laut
Hiu tutul di Paciran Lamongan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Akhir-akhir ini bermunculan mamalia laut di Perairan Jawa Timur. Seperti paus, lumba-lumba dan hiu tutul. Hewan-hewan tersebut bermunculan di Perairan Madura, Tuban, Tulungagung, hingga yang terakhir Lamongan.

Melihat fenomena tersebut, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemunculan hewan laut mamalia tersebut.

Data cuaca Kemaritiman atau metocean saat ini rata-rata kecepatan arus laut antara 45 hingga 65 cm/detik. Kemudian, suhu permukaan air laut cenderung hangat.

"Sehingga kemungkinan untuk ledakan fitoplankton di perairan juga kurang signifikan. Di mana fitoplankton merupakan salah satu rantai makanan utama hewan laut tersebut," kata Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto saat dihubungi detikcom, Jumat (10/9/2021).

Sehingga kemungkinan ada ledakan fitoplankton, jelas dia, di perairan juga kurang signifikan.

Baca juga: Ini Rentetan Mamalia Laut yang Terdampar di Perairan Jawa Timur

"Fitoplankton merupakan salah satu rantai makanan utama hewan laut tersebut," jelasnya.

Terkait sering bermunculan mamalia laut di Perairan Jawa Timur, tambah Ady, tidak ada tanda-tanda gempa atau tsunami.

"Terkait kemunculan paus dan lumba-lumba serta hiu tutul tidak ada relevansinya dengan gempa bumi yang terjadi," tambahnya.

"Tapi sepengetahuan kami, hewan mamalia laut banyak ditemukan di Selat Madura. Kejadian terakhir bulan Februari 2021 terdamparnya paus pilot di Pantai Selat Madura," pungkasnya.

Dari National Geographic menyebut ledakan populasi fitoplankton biasanya dipicu meningkatnya kadar fosfat dan nitrat di kolom air. Data survey menunjukkan bahwa kadar fosfat dan nitrat di stasiun 1, 2 dan 3 sangat kecil. Ini mengindikasikan adanya penyerapan atau pemanfaatan Fosfat dan Nitrat oleh fitoplankton sebelum terjadinya ledakan populasi.

(fat/fat)