Begini Persiapan Destinasi Wisata di Banyuwangi Jelang Dibuka

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 19:18 WIB
Destinasi Wisata Banyuwangi Terkait Rencana Pembukaan
Wisata di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Pembukaan destinasi wisata di Banyuwangi segera dilakukan. Bahkan juga disiapkan rencana agar kegiatan wisata tidak menimbulkan penularan COVID-19.

Selain menggunakan aplikasi PeduliLindungi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menyiapkan aplikasi khusus untuk masuk ke destinasi wisata dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Apa saja?

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Mohamad Yanuarto Bramuda mengatakan, pihaknya akan membuka seluruh kegiatan pariwisata di Banyuwangi. Setelah sebelumnya mati suri selama 66 hari karena kebijakan PPKM. Rencana normalisasi kegiatan pariwisata ini menyusul kelonggaran atas pemberlakuan PPKM level 2 di Banyuwangi yang sebelumnya masih level 3.

"Ini momentum bagi kebangkitan destinasi wisata. Penurunan level PPKM ini sudah kita siapa jauh-jauh hari apa yang akan dipersiapkan destinasi wisata di Banyuwangi untuk pembukaan wisata," ujarnya kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

Destinasi wisata di Banyuwangi akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi lokal yang bisa menjadi tempat pemesanan tiket masuk ke destinasi wisata. Untuk aplikasi PeduliLindungi, sebagai syarat masuk destinasi wisata bagi wisatawan yang sudah melakukan vaksinasi.

"Syarat utama adalah mereka yang sudah vaksinasi. Jika belum terpaksa kami akan tolak. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh pengelola destinasi wisata," tambahnya.

Sementara aplikasi lokal yang saat ini dipersiapkan Disbudpar, kata pria yang akrab disapa Bram ini, adalah untuk pemesanan tiket dan memonitor jumlah kuota masuk ke destinasi wisata. Ini agar tidak ada kerumunan. Agar tidak terjadi peningkatan status PPKM, Bramuda mewajibkan seluruh destinasi wisata untuk mengedepankan kualitas dibandingkan kapasitas.

"Tidak lagi full tourism, tetapi konsepnya kualitas tourism bukannya kuantitas. Jadi tidak bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya," tegas Bramuda.