Kunjungi ITS, Menhan Dipameri Teknologi Peluru 5 Mili

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 19:15 WIB
menhan prabowo subianto
Menhan Prabowo di ITS (Foto: Esti Widiyana)

Sementara di ITS, inovasi yang akan dikembangkan lebih kepada teknologi. Seperti mengembangkan inovasi ventilator atau oksigen konsentrator hingga motor listrik karya anak bangsa.

"Di ITS mengembangkan ventilator, oksigen generator. Jadi kita nggak usah impor. Tadi ada motor buatan anak bangsa inovasi kita (Gesits). Insyaallah kita akan banyak kasih order pemesanan untuk anak bangsa kita sendiri," urainya.

Rektor ITS Prof Dr Mochamad Ashari mengatakan jika penguatan kerja sama antara goverment dengan Universitas adalah penting. Karena universitas juga bekerja sama dengan mitra yang lain, seperti triple helix. Oleh karena itu Menhan sangat konsen dengan teknologi saat berkunjung ke ITS.

"Karena pertahanan itu tak lepas dari teknologi, nah kita tunjukkan karya-karya kawan-kawan yang banyak di teknologi. Seperti pembuatan peluru 5 mili yang sudah diuji coba di Pindad, dan itu dibiayai LPDP dan seterusnya banyak ya, ada banyak yang sempat dipamerkan. Nah itu semuanya konsen Pak Menhan untuk membuat ini berjalan," kata Ashari.

Kemudian ITS juga tengah mengembangkan 'Crocodile', sebuah kapal selam yang bisa digunakan untuk militer. Ada 3 mode yang salah satunya bisa menyelam 10 meter di bawah air, bisa juga digunakan di atas air. Tetapi Crocodile masih dalam tahap pengembangan dan belum selesai dibuat.

"Sudah panjang, sudah beberapa tahun tapi dananya sedikit-sedikit. Kita harapkan bisa selesai, bisa digunakan untuk mode militer, bisa untuk angkutan wilayah kita ndak ada masalah, bisa disesuaikan. Kalau untuk militer ditambahi peralatan persenjataan dan selanjutnya," ujar Ashari.

Selain itu, lanjut Ashari, ada beberapa prototipe untuk konsentrator oksigen. Di mana saat pandemi COVID-19, konsentrator oksigen sangat diperlukan.

"Nah, kita mengembangkan yang listrik. Jadi tidak perlu tabung lagi, karena listrik itu mengubah dari udara biasa menjadi oksigen konsentrasi 93%, di normalnya 20%. Kemenhan ingin lebih besar lagi, ini kan kecil untuk satu, dua orang. Kementerian ingin lebih besar untuk dimanfaatkan RS dan keperluan lainnya," jelasnya.

Untuk motor listrik Gesits yang sudah ada di masyarakat juga akan disesuaikan terlebih dulu kebutuhannya. Jika untuk daerah Papua, tentunya harus tahan tanjakan. Sebab, di Papua juga susah untuk bahan bakarnya.

"Sepeda motor ga ada bensinnya, tapi kalau listrik kita bisa menggunakan solar cell untuk mengisi, sehingga bisa di mana-mana. Concern seperti itu Pak Menteri Pertahanan tadi. Semuanya sudah kita sampaikan, dan Pak menteri sudah melihat videonya. Ada beberapa yang tertarik, termasuk motor Gesits, kendaraan tadi itu termasuk perahu yang bisa naik di atas permukaan air ada sayapnya. Sangat tertarik dan akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan ITS," pungkas Ashari.


(iwd/iwd)