Berakhir Manis, Warga Diduga Perusak Makam Mediasi Damai dengan Ahli Waris

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 17:22 WIB
perusakan makam di banyuwangi
Ahli waris dan warga sepakah dalam mediasi soal perusakan makam (Foto: Dok. Polresta Banyuwangi)
Banyuwangi -

Dugaan perusakan dan pembongkaran makam di TPU Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi berakhir manis. Ahli waris dan beberapa orang yang diduga melakukan perusakan makam melakukan mediasi. Hasilnya, mereka sepakat kembali memperbaiki makam yang rusak.

Mediasi dilakukan di Masjid Madani dan di rumah ahli waris makam yang dirusak, Minggu malam (6/9/2021). Selanjutnya, dilakukan kerja bakti untuk memperbaiki makam yang rusak pada Senin (7/9/2021).

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu membenarkan adanya mediasi adanya keresahan masyarakat terkait dugaan perusakan puluhan makam di TPU Desa Yosomulyo.

"Sudah ada mediasi. Dan tidak ada yang saling lapor. Karena memang apa yang dilakukan warga itu merupakan sebuah ketidaksengajaan. Maka keduanya saling memahami," ujar Nasrun kepada wartawan.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo mengatakan mediasi berlangsung dua kali. Mediasi pertama dilakukan di masjid Madani dan rumah warga yang akan melaporkan kasus dugaan perusakan.

perusakan makam di banyuwangiFoto: Dok. Polresta Banyuwangi

"Sudah ada mediasi. Dua kali malah dilakukan. Memang ini sebenarnya miss komunikasi antara warga dan ahli waris," katanya.

"Mediasi pertama ada 27 orang yang hadir. Sementara di rumah keluarga ahli waris itu hanya perwakilan," tambah Mustijat.

Dalam kesepakatan mediasi itu, kata Mustijat, warga dan ahli waris sepakat menggelar kerja bakti untuk memperbaiki makam-makam yang rusak. Warga juga berharap makam yang sudah tak ada ahli waris juga bisa difungsikan lagi.

"Win-win Solution sepakat. Alhamdulillah segalanya lancar," pungkasnya.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yunias Sugiyanto menambahkan, kegiatan kerja bakti memperbaiki makam yang rusak sudah dilakukan. Ini sebagai wujud toleransi dan permintaan maaf bagi warga yang tak sengaja melakukan perusakan.

"Kami sudah melakukan kerja bakti memperbaiki makam. Semoga hal ini bisa menjadi toleransi bagi masyarakat. Jangan ada gaduh lagi," tambahnya.

Pembongkaran makam itu menurutnya, bukanlah hal yang disengaja. Sebab inisiatif warga melakukan pembersihan, untuk lahan baru pemakaman. Namun hal itu rupanya belum disepakati denga musyawarah bersama dengan ahli waris. Sehingga memunculkan polemik tersebut.

"Dengan menekan ego masing-masing, akhirnya kita lakukan perbaikan makam bersama-sama. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan makam di TPU Desa Yosomulyo diporakporandakan. Sejumlah batu nisan dan bangunan makam hancur dan terbongkar.

Rusaknya puluhan makam itu, diketahui warga sekitar di hari Sabtu (4/9/2021) lalu. Tepatnya saat beberapa warga sedang nyekar atau berkirim doa kepada mendiang keluarganya.

(iwd/iwd)