15 Sekolah di Surabaya Siap Gelar Sekolah Tatap Muka Besok, Begini Persiapannya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 17:30 WIB
15 sekolah menengah pertama mulai pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya smpn 3
Persiapan sekolah tatap muka (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Sebanyak 15 sekolah menengah pertama mulai pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (5/9/2021) besok. Bagaimana persiapan sekolah jelang PTM besok?

SMPN 3 Surabaya salah satu sekolah yang lolos assesmen. Mereka menyiapkan sarana dan prasarana sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan.

Kepala SMPN 3 Surabaya, Sukarjo mengaku beberapa persiapan yang telah dilakukan. Di antaranya membuat surat edaran kepada wali murid terkait surat pernyataan bahwa mereka mengizinkan putra-putrinya mengikuti PTM di sekolah.

"Alhamdulillah, kita sudah melakukan beberapa persiapan. Untuk mengikuti PTM, wali murid harus menyetujui terlebih dahulu dengan membuat surat pernyataan yang kemudian kita kumpulkan," kata Sukarjo, Minggu (5/9/2021).

Sukarjo memastikan bahwa pelaksanaan PTM di SMPN 3 Surabaya itu menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Baik siswa maupun pengantar akan dicek suhu tubuhnya terlebih dulu di depan gerbang sekolah menggunakan thermo gun. Jika suhu normal, mereka dipersilakan masuk ke sekolah. Mereka tetap diwajibkan selalu menggunakan masker saat berada di sekolah.

"Jika suhu mereka di atas normal, kita akan istirahatkan mereka terlebih dahulu di UKS. Setelah 5 menit kita ukur lagi suhu mereka. Kalau hasilnya normal mereka kita persilahkan masuk ke ruang kelas. Kalau ternyata suhunya tetap di atas normal, maka kita akan hubungi puskesmas untuk segera mendapat penanganan lebih lanjut," jelasnya.

SMPN 3 Surabaya, tambah dia, telah menyiapkan 6 ruang kelas yang akan digunakan selama PTM berlangsung. Masing-masing ruang kelas bisa menampung 15 murid atau hanya 25 persen dari kapasitas sesungguhnya. Sehingga, ada 90 siswa yang akan mengikuti PTM dalam sehari dari total 1.007 peserta didik di SMPN 3 Surabaya.

"Untuk tahap pertama ini akan diikuti oleh murid kelas 9 terlebih dahulu. Kita ingin melihat apakah pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan harapan. Kalau berjalan dengan lancar, maka murid kelas tujuh dan delapan akan menyusul untuk mengikuti PTM," ungkapnya.

Sementara itu petugas kebersihan juga akan mensterilkan ruang kelas dengan cairan disinfektan sebelum dan sesudah digunakan. Bahkan, tempat cuci tangan juga telah tersedia di masing-masing luar ruangan kelas. Sehingga, setiap peserta didik bisa membersihkan tangan mereka terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang kelas.

"Di dalam kelas kami juga sediakan hand sanitizer dan tisu. Kemudian kami tata kursi dan mejanya agar mereka menjaga jarak satu sama lain. Jalur masuk dan keluar dari ruang kelas pun kami bedakan,"tegasnya.

Tak hanya menyiapkan sarpras pendukung PTM, pihaknya juga menyediakan belajar melalui daring. Artinya, proses pembelajaran ini dilaksanakan secara hybrid. Sehingga, siswa yang tidak mengikuti PTM, mengikuti proses pembelajaran berlangsung melalui daring. Sedangkan untuk waktu pembelajaran sendiri, akan berlangsung selama 6 jam dalam sehari.

Simak video 'Satgas: Jika Ada Siswa Terpapar Covid-19, PTM Dihentikan 3 Hari':

[Gambas:Video 20detik]