Curhat Korban Penipuan CPNS Laporannya Tak Ditangani Polres Pasuruan Kota

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 20:58 WIB
penipuan cpns kota pasuruan
kuasa hukum korban, Kudus Surya Dharma (Foto: Muhajir Arifin)
Kota Pasuruan -

ST, warga Desa Wonojati, Gondangwetan, Pasuruan mengaku jadi korban penipuan CPNS. Uang Rp 325 juta sudah ia disetorkan ke oknum ASN Kemenag Kabupaten Pasuruan, MR, namun SK yang dijanjikan tak kunjung di tangan. ST pun mencari keadilan dengan melaporkan MR ke penegak hukum.

"Kasusnya dimulai saat anak dari ST ini daftar CPNS di Kementrian Agama pada tahun 2018. Ternyata gugur, nggak lolos. MR kemudian datang ke ST dan menawarkan jalur khusus," kata kuasa hukum ST, Kudus Surya Dharma, Sabtu (4/9/2021).

Surya mengatakan awalnya ST menolak, namun karena terus dirayu akhirnya luluh. MR disebut menjanjikan bisa menurunkan SK sekaligus penempatan jika ST bersedia membayar Rp 360 juta.

"ST bilang nggak punya uang sebanyak itu. MR terus merayu dan melakukan berbagai cara keyakinan ST," imbuh Surya.

ST akhirnya mencicil uang yang diminta MR hingga total mencapai Rp 325 juta. Namun hingga bulan Agustus 2019, SK yang dijanjikan tak kunjung muncul. ST akhirnya menempuh jalur hukum.

"Februari 2020 klien kami melapor dugaan tindak pidana penipuan CPNS ke Polres Pasuruan Kota dengan terlapor MR, oknum PNS Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan," terang Surya.

Namun sayangnya, lanjut Surya, penanganan laporan tersebut sangat lamban bahkan ia nilai tak ada progres. "Setahun penanganan laporan kami jalan di tempat, nggak ada progres. Digledakno (diabaikan)," ujar Surya.

Pihaknya akhirnya mengadukan ke Polda Jatim pada 26 Agustus 2021. Ia berharap kliennya segera mendapat keadilan.

"Kami melaporkan ketidakprofesionalan penyidik dan kami ingin kinerja penyidik dalam laporan kami diperbaiki sehingga klien kami mendapatkan kepastian dan kejelasan kasusnya," pungkas Surya.

(iwd/iwd)