Desa di Lamongan Ini Punya Tradisi Pindahkan Makam Agar Jenazah Tak Kebanjiran

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 17:52 WIB
makam penampungan di lamongan
Warga memindahkan jenazah ke makam utama (Foto: Eko Sudjarwo)

Saat 2011 itu, kenang Nasim, banjir pernah menggenangi kawasan makam cukup lama. Saat itu ada 9 jenazah sekaligus yang ditempatkan di penampungan ini sehingga petinya ditata berdekatan dan harus ditumpuk untuk kemudian diberi pasir.

"Hari ini ada 5 jenazah yang dipindahmakamkan, terdiri dari 4 jenazah dalam satu liang lahat yang besar, dan 1 jenazah yang dimakamkan sendiri," ungkap Nasim.

Nasim berharap bantuan pemerintah agar segera ada pelebaran jalan menuju makam dan pengurukan tanah di kawasan makam sehingga ke depan warga yang meninggal dunia bisa langsung dikebumikan meski sedang musim hujan.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) atau modin Desa Weduni Ahmad Kunain menyampaikan, setiap ada pemindahan jenazah di dusun setempat, keluarga dan warga juga secara bersama kembali melakukan pembacaan tahlil dan doa. Kunain juga mengatakan, pemindahan makam ini dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.

"Semua dilakukan sukarela dengan gotong royong, tidak dipungut biaya. Setelah diumumkan, warga berduyun-duyun menuju makam. Pihak keluarga hanya menyiapkan makam dan jajanan bagi para warga yang membantu," imbuhnya.

Salah seorang warga Dusun Kudu, Mustoko menyebut, makam penampungan dan tradisinya memindahkan jenazah ini sudah berlangsung lama. Sembari mengingat-ingat, Mustoko menyebut hal ini sudah dilakukan lebih dari 5 tahun lalu.

"Ya karena makam umum selalu kebanjiran sehingga warga pun punya inisiatif untuk membuat makam khusus atau makam penampungan ini," pungkasnya


(iwd/iwd)