Desa di Lamongan Ini Punya Tradisi Pindahkan Makam Agar Jenazah Tak Kebanjiran

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 17:52 WIB
makam penampungan di lamongan
Warga memindahkan jenazah ke makam utama (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Banjir yang kerap datang di desa ini membuat salah satu desa di Lamongan ini punya sesuatu yang unik. Mereka punya makam khusus yang mereka sebut makam penampungan. Makam penampungan ini digunakan manakala makam utama mereka terendam banjir.

Saat banjir sudah berlalu atau ketika kemarau, jenazah yang ada di makam penampungan itupun dipindahkan ke makam utama. Desa yang kerap dilanda banjir dan punya makam khusus itu adalah Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Glagah.

Seperti hari ini (4/9/2021) warga Dusun Kudu bergotong royong memindahkan 5 jenazah warga yang meninggal dunia ketika banjir beberapa waktu lalu dari makam khusus ke makam utama.

"Kami memang memiliki makam khusus yang letaknya lebih tinggi dari makam utama untuk mengantisipasi jika ada warga yang meninggal dunia saat banjir datang," kata Kepala Dusun (Kasun) Kudu, Nasim Hadi Prayitno (45) kepada wartawan di sela-sela kegiatan gotong royong memindah ke 5 jenazah tersebut, Sabtu (4/9/2021).

Dikatakan Nasim, makam khusus yang oleh warga disebut makam penampungan itu posisinya lebih tinggi dari makam umum ini memang murni swadaya dari warganya. Hal ini, aku Nasim, dilakukan setiap kali kawasan makam tergenang air, yang biasanya Desember hingga Mei kawasan makam kerap digenangi air.

makam penampungan di lamonganFoto: Eko Sudjarwo

"Sebenarnya tempat penampungan bagi jenazah yang dimakamkan sementara itu kapasitasnya hanya untuk 3 jenazah saja. Namun saat yang meninggal lebih dari 3 dan lokasi makam masih tergenang, maka terpaksa harus ditempatkan di situ juga," ujar Nasim.

Layaknya pemakaman, keluarga yang jenazahnya dipindahkan ke makam umum juga diikuti oleh keluarga. Dipimpin modin setempat, keluarga dan warga juga secara bersama-sama kembali melantunkan bacaan tahlil dan doa. Selain lebih tinggi, makam penampungan itu juga dibuatkan pondasi dan atap.

"Tiap jenazah yang akan dimakamkan secara sementara di tempat yang disebut penampungan ini masing-masing telah dimasukkan ke peti mayat yang dibuat sendiri oleh warga," jelasnya.

Nasim menyebut, dari 5 jenazah yang dipindahkan hari ini diantaranya ada yang sudah meninggal sekitar 3 sampai 5 bulan lalu. Tak hanya saat ini, tambah Nasim, pada 2011 silam bahkan ada 9 warga dusun yang meninggal dan dimakamkan sementara di tempat penampungan.

Simak juga 'Melihat Tradisi Jamasan Keris Umyang Jimbe yang Lestari Meski Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]