Usaha Batik Ini Tetap Bertahan di Masa Pandemi Berkat Ibu-ibu Rumah Tangga

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 07:43 WIB
batik probolinggo
Ibu-ibu membuat batik bersama (Foto: M Rofiq)
Kota Probolinggo -

Usaha kerajinan batik di Probolinggo ini mampu bertahan di tengah pandemi. Bahkan usaha ini mampu menyabet juara 1 UMKM berprestasi se-Jawa Timur tahun 2021

Usaha batik berlabel 'Day Art Batik' ini didirikan oleh pasangan suami istri Made Malvinas (39) dan Friday Purnama Sari (34), warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Usaha ini juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar sehingga mereka juga punya penghasilan di waktu luang mereka saat pandemi. Dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga, secara perlahan usaha ini mulai bangkit dan terus menghasilkan karya yang mampu bersaing di pangsa pasar nasional.

batik probolinggoFoto: M Rofiq

"Saya sehari-harinya menjadi guru TK dan kerja sampingan saat selesai mengajar di kerajinan batik milik tetangga ini. Sistemnya borongan jadi tidak menganggu keluarga saya. Saya dapat uang tergantung dari banyaknya hasil membatik yang saya kerjakan di rumah. Kalau saya lebih banyak ke proses pewarnaan dan finishing," ujar Ika Mayasari, salah satu ibu-ibu yang bekerja di Day Art Batik, kepada detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Tugas ibu-ibu ini sendiri ada berbagai macam. Mulai dari membuat pola yang akan dibatik, mencanting, hingga mewarnai. Semua pekerjaan itu bisa dibawa pulang dan dikerjakan di rumah. Dari hasil membuat secara borongan, para kaum hawa ini bisa menambah dan membantu penghasilan suami dan kebutuhan hidup keluarganya.

Day Art Batik mengambil aliran motif kontemporer modern dalam desainnya. Batik-batik bikinan galeri ini diklaim sangat laku di pasaran. Setiap motif dibuat terbatas dan bisa menyesuaikan keinginan dari para pelanggannya atau custom.

Motif pop art, dengan berbagai motif seperti gambar godong pelem atau daun mangga, gambar angin, buah anggur, mangga, serta Gunung Bromo sangat laku di pasaran. Untuk harga, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 2.500.000, tergantung kualitas batik dan kerumitan motif yang dipesan para pembeli.

Cara pembuatan batik ini sama dengan pembuatan batik pada umumnya. Pola pewarnaan hingga pencucian dilakukan secara detail hingga menghasilkan karya yang apik.

"Bisa request motif batik dari pemesan dan pelanggan. Kami bisa bertahan berkat peran para ibu-ibu juga. Alhamdulillah masih bisa bertahan dan terbantu oleh Pemkot Probolinggo di mana seragam pegawainya pesan ke butik kami. Pembeli lebih banyak online dari pada yang datang ke gerai," kata Friday.

(iwd/iwd)