Ketua DPRD Surabaya Berharap Banyak Penyintas Donor Plasma Konvalesen

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 16:38 WIB
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali menggelar donor darah dan donor plasma konvalesen di kompleks Wisma SIER. Donor plasma konvalesen pernah digelar pada Februari lalu.
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono donor plasma konvalesen/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali menggelar donor darah dan donor plasma konvalesen di kompleks Wisma SIER. Donor plasma konvalesen pernah digelar pada Februari lalu.

Beberapa tokoh yang ikut screening donor plasma konvalesen itu adalah Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Ali Affandi.

"Saya mengucapkan terima kasih PT SIER dan PMI Kota Surabaya, dan seluruh pihak yang mendukung acara ini, karena telah memfasilitasi kegiatan donor plasma konvalesen ini. Saya berharap semakin banyak penyintas menjadi pendonor. Ini membagikan spirit kehidupan kepada mereka yang terpapar COVID-19," kata Adi, Selasa (31/8/2021).

Ketua DPRD Kota Surabaya ini berharap, tidak hanya PT SIER, tapi juga instansi atau lembaga lain mengadakan screening donor plasma konvalesen dan donor darah serupa. Agar kebutuhan plasma konvalesen dan persediaan darah di PMI terjaga karena memang kebutuhannya sangat tinggi.

Lebih jauh Adi juga menyinggung soal persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Pahlawan. Dia berharap selama pelaksanaan PTM nanti semua pihak patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Sebab cara ampuh untuk memutus dan mencegah laju pandemi adalah dengan taat prokes.

"Jaga disiplin prokes agar PTM tidak membuat kluster baru. Di sekolah harus dibuat Satgas COVID-19 agar bisa mendisiplinkan anak-anak untuk taat prokes. Selain itu, UKS (usaha kesehatan sekolah) juga dihidupkan kembali. Mungkin selama pandemi ini UKS tidak aktif karena tidak ada PTM," ungkap Adi.

Yang lebih penting lagi, lanjutnya, sekolah-sekolah yang akan menggelar PTM harus dilakukan assessment. Apakah sekolah tersebut sudah siap untuk menggelar PTM dengan sarana dan prasarana prokes yang lengkap.

"Orang tua murid juga harus diberi kebebasan, apakah memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PTM, atau tidak. Jika orang tuanya melarang juga harus tidak boleh dipaksa," ujar Adi.

Adi sependapat sekolah harus menyediakan fasilitas belajar mengajar secara daring. Sekolah harus menyiapkan blended learning. Metode blended learning merupakan kombinasi pengajaran langsung dan pengajaran online.

Adi juga meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya serta sekolah-sekolah agar memberikan bekal pengayaan tentang pandemi COVID-19, dan tentang protokol kesehatan.

"Berikan pengetahuan pada anak-anak, apakah itu pandemi COVID-19? Bagaimana berbahayanya virus Corona? Mengapa harus memakai masker, berada di rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan? Bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar? Itu harus diajarkan pada anak-anak, apakah masuk kurikulum atau ekstra kurikuler," kata Adi.