2 Bulan PPKM Diperpanjang, 50% Karyawan Hotel-Restoran di Jatim Dirumahkan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 10:27 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Hampir 2 bulan PPKM diperpanjang. Kali ini diperpanjang hingga 6 September 2021. Selama pemberlakuan PPKM, sebanyak 50% karyawan hotel dan restoran di Jatim dirumahkan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan, jika sudah ada beberapa hotel dan restoran di Jawa Timur yang merumahkan karyawannya. Jika PPKM terus diperpanjang, maka tidak menutup kemungkinan memutus kontrak kerja atau PHK.

"Sampai sekarang, selama ini diperpanjang terus, masih belum masuk secara normal. Masih 50% yang masuk, itu pun yang karyawan tetap, yang reguler tidak ada yang masuk. Kalau ini terus, ya sudah tidak diperpanjang lagi, terputus hubungan kerjanya. Hampir 50% setiap hotel dan restoran karyawannya dirumahkan," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8/2021).

Jika sudah 50%, pihaknya akan cari datanya hotel dan restoran tersebut. Nantinya akan dimintai berapa jumlah karyawannya dari separuh pegawai yang dirumahkan.

Jumlah 50% karyawan dirumahkan itu terhitung PPKM diberlakukan pada 3 Juli 2021 lalu. Terlebih pada saat kasus COVID-19 memuncak dan kematian yang tinggi, membuat okupansi menurun, bahkan sampai nol.

"Itu sejak diberlakukan PPKM 3 Juli. Apa lagi pada saat jumlah kematiannya tinggi, itu memang betul-betul ada kota yang nol okupansinya," jelasnya.

Akan tetapi, kondisi kasus COVID-19 saat ini sudah menurun. Berdasarkan data dari infocovid19.jatimprov.go.id kasus aktif per 30 Agustus 2021 ada 11.354. Hal itu pun juga berpengaruh pada okupansi hotel di Jatim yang kembali merangkak naik.

"Ini sekarang sudah lumayan merangkak naik (okupansi). Jadi ini posisi SDM masih tetap. Kalau ini sudah betul-betul signifikan naik, itu akan dipekerjakan kembali (karyawan yang dirumahkan), dipanggil, tidak jadi di PHK," pungkasnya.

(fat/fat)