IDAI Jatim: Vaksinasi Anak Usia 12 Tahun ke Atas di Jatim Kurang dari 10%

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 08:14 WIB
vaksinasi anak di surabaya
Vaksinasi anak di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Sejak awal Juli 2021, anak usia di atas 12 tahun mulai divaksinasi. Namun, hingga di penghujung Agustus kurang dari 10% anak yang sudah divaksin.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim menyebut, kurang dari 10% anak. Sebab, pelaksanaannya baru dimulai bulan Juli 2021.

"Anak di Jatim usia 12 tahun ke atas yang sudah vaksin belum 10%, kan baru (dimulai vaksinasi)," kata Bidang Pengembangan, Penelitian & Pendidikan IDAI Jatim dr Dominicus Husada saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8/2021).

Dominicus menjelaskan, jika target Indonesia saat ini sangat besar karena jumlah penduduknya yang banyak. Oleh sebab itu, untuk mengimunisasi 180-210 juta jiwa masyarakat Indonesia, dibutuhkan proses dan tidak dilakukan sekali saja.

Pada awalnya, anak-anak tidak masuk hitungan pencapaian target 70%. Namun jumlah penduduk Jatim ada 40 juta jiwa, disamping itu ada sebagian orang dewasa yang tidak cukup yakin dengan vaksin.

Kemudian, Pemerintah menyampaikan jika anak usia di atas 12 tahun bisa divaksin. Maka, anak dengan usia tersebut turut disertakan, lantaran dinilai dapat menambah cukup signifikan capaian 70%.

"Awalnya tidak divaksin, karena di seluruh dunia tidak ada vaksin untuk usia 12-17 tahun. Lalu setelah itu uji klinik selesai, baru bisa digunakan. BPOM memberi izin vaksin yang diberikan jenis Sinova," jelasnya.

Ia menyebut, jika usia 12-17 tahun atau usia remaja ini perlu untuk dilakukan vaksinasi COVID-19. Tentunya untuk perlindungan diri mereka sendiri.

"Kedua, karena mereka akan kembali ke sekolah. Kegiatan publik menambah risiko, jadi perlindungan perlu dikuatkan. Ketiga, ada keuntungan lain, yaitu bisa menambah porsi yang lumayan besar untuk mencapai jumlah 70 persen penduduk," pungkasnya.

(fat/fat)